Karateka Cantik Ini Sumbang Medali Pertama untuk UIN Malang di PIONIR IX

KOTA MALANG – Cantik, berprestasi, dan tangguh mungkin adalah tiga kata yang cocok untuk peraih medali emas cabang olahraga (cabor) karate di Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) IX. Ialah Nur Kharismawardani, mahasiswi Teknik Arsitektur UIN Malang yang kemarin (16/7) berhasil mendulang medali emas pertama untuk kampus tercintanya.

Ia berhasil mengungguli rivalnya dari IAIN Purwokerto dalam babak final kompetisi karate kategori kata PIONIR IX dengan skor telak 5-0. Pemilik sabuk hitam tingkat 2 ini berhasil menyisihkan 18 peserta lain dari PTKIN se-Indonesia. Padahal ia hanya berlatih selama 3 hari karena baru pulang dari Tuban untuk mendampingi 2 atlet karate Kota Batu dalam kejuaraan Porpov VI Jatim.

“Ya aku baru pulang sekitar 4 hari yang lalu. Sejak bulan Januari aku sibuk melatih 2 atlet Batu untuk ke Porpov. Jadi ya kemarin itu aku minim latihan. Tapi pikirku, aku harus tetap memberikan yang terbaik,” bebernya.

Mahasiswa tingkat akhir ini mengatakan telah menjadi pelatih sejak terpilih menjadi lulusan terbaik se Indonesia pada Ujian kenaikan sabuk hitam (DAN) Nasional Kushin Ryu Karate-Do Indonesia di Jakarta Desember 2018 lalu. Padahal, waktu itu ia hanya berniat menaikkan sabuk hitamnya ke tingkat 2 saja.

“Alhamdulillah sejak dapat itu aku direkomendasikan pelatih karate batu untuk melatih atletnya,” sambung dia



Medali emas yang ia genggam saat ini sendiri diakuinya merupakan medali dari kompetisi pertama yang ia ikuti semenjak vakum setahun pada 2018. Gadis yang menggeluti karate sejak kelas 3 SD ini menjelaskan bahwa awal tahun hingga akhir tahun 2018 ia disibukkan dengan tugas akhir kuliah.

“Ini kompetisi pertamaku sejak vakum di 2018. Alhamdulillah aku bisa menampilkan yang terbaik,” ungkapnya pada radarmalang.id.

Sebelumnya prestasi terakhir dibidang karate yang ia raih diantaranya Juara 1 South East ASEAN Karate Championship 2017 di Yogyakarta. Prestasi lain yakni juara 1 Kejurnas National Karate Champion Cup 2017 di Jakarta.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Istimewa
Penyunting: Fia