Kapolres Kota Batu Tinjau Lokasi Ponpes MFM, Perekonomian Warga Ikut Tersorot

Kapolres Batu meninjau Pondok Pesantren Miftahul Falahi Mubtadin' (MFM) di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kasembon, Malang

MALANG – Kabar viral mengenai doktrin kiamat yang menyangkutkan Pondok Pesantren Miftahul Falahi Mubtadin’ (MFM) di Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang masih ramai diperbincangkan. Apalagi dari informasi yang didapatkan tim radarmalang.id, beberapa media yang ingin melakukan peliputan dilarang oleh pihak ponpes hingga digeledah tasnya.

Hal itu langsung ditanggapi cepat oleh jajaran Polres Batu dengan langsung melakukan tinjaun ke lokasi Ponpes. Kedatangan Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto disambut baik oleh santri dan jajaran pengurus ponpes, Kamis (14/3).

Buher sapaan akrabnya meminta kepada pimpinan ponpes agar memberikan akses informasi pada sejumlah wartawan yang hadir. Ia juga melakukan peninjauan dengan berkeliling area ponpes melihat apa saja yang dibawa jamaah hingga meminta keterangan dari jamaah dan santri.

“Kita tinjau langsung karena kemarin sempat ada beberapa media juga yang katanya tidak diperbolehkan mengambil gambar. Sampai saat ini kita masih melakukan pendalaman dengan mengambil keterangan beberapa saksi. Mereka baik itu jamaah dan santri mengatakan tidak ada yang terpaksa, semua tergerak hati nuraninya untuk mendalami ajaran Islam yang lebih khusyuk,” ujar Buher.

Terkait dengan isu mengenai kiamat dalam menyongsong meteor di bulan Ramadan, pihaknya masih akan mengkaji lebih dalam. Pasalnya isu yang berkaitan dengan keagamaan juga harus dikroscek oleh ahli bidang keagamaan. Terlebih pihak ponpes memberikan keterang jika tidak ada penyampaian fatwa itu, tapi memberikan pemahaman adanya 10 tanda besar kiamat salah satunya meteor.

“Akan kita lihat nanti, karena kami kan bukan ahli di bidang keagamaan. Tadi ada MUI, Kemenag dan yang lainnya yang akan ikut menilai apakah ajaran di ponpes ini dinyatakan sebagai aliran yang tidak sesuai kaidah Islam. Semua masih di dalami,” pungkasnya.

Peninjauan juga dilakukan dengan memeriksa rumah – rumah dan perbekalan yang dibawa jamaah dari berbagai Kota itu. Dari situ terlihat sisi lain seperti salah satunya nilai pertumbuhan ekonomi di masyarakat Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon tersebut.

“Sepintas dari berkembangnya Ponpes ini ada tambahan bangunan, jamaah yang hadir semakin banyak. Artinya ada value nilai tambahan perekonomian bagi masyarakat setempat. Mereka menyewakan tanah tempat tinggal juga, ini juga kita lihat,” tandasnya.

Pewarta: Arifina
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Arifina