Kapal Tradisional Masih Diperbolehkan Masuk Malaysia

JawaPos.com – Pemerintah Malaysia tidak melarang lagi kapal tradisional masuk ke Tawau, Malaysia. Hal tersebut sempat disampaikan pada pertemuan Sosek Malindo yang baru dilaksanakan di Yogyakarta beberapa pekan lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, Abdi Jauhari mengatakan, pada pertemuan, Sosek Malindo telah menyampaikan bahwa kapal tradisional tidak dipermasalahkan lagi masuk ke Tawau, Malaysia.

“Saya yang ikut lansung pertemuannya, memang untuk alat transportasi tidak menjadi masalah lagi,” kata Abdi dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Selasa (16/7).

Menurutnya, untuk transportasi pihak Malaysia telah mempertimbangkan. Namun, kapal tetap harus melengkapi dokumen pelayaran sebagai syarat untuk masuk ke Tawau, Malaysia. Karena telah masuk dalam penyeberangan luar negeri.



Selama ini yang dipermasalahkan pemerintah Malaysia adalah jenis kapal tradisional karena terbuat dari bahan kayu dinilai sangat membahayakan keselamatan dalam berlayar. Namun, setelah dipertimbangkan, maka kembali dizinkan masuk.

“Kewenangan saya sebatas membahas alat transportasi antara Indonesia dan Malaysia,” ujarnya.

Selanjutnya, para pemilik kapal harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Misalnya, nominal belanja barang yang dibatasi.

Hal ini memang membuat kapal enggan masuk ke Tawau, lantasan tidak mampu mengangkut barang dalam jumlah banyak. Namun, jika ingin melakukan kegiatan impor dan ekspor, kapal tersebut bisa saja digunakan.

Lanjutnya lagi, untuk para pengusaha di Nunukan, sebaiknya beralih ke perdagangan yang resmi, agar lebih mudah ditangani sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kenapa tidak kapal yang digunakan mengangkut barang sesuai dengan aturan,” tambahnya.

Sementara salah seorang pengusaha lintas batas, Hasan mengatakan, bahwa untuk kapal tradisional hingga saat ini masih parkir di Dermaga Inhutani. Karena tidak ada yang berani masuk ke Malaysia mengambil barang dalam jumlah banyak.

“Lebih baik tidak masuk, daripada diamankan lebih banyak lagi biaya keluar,” kata Hasan.