Kapal Baruna Jaya I Mulai Misi Survei Laut Dalam, Berikut ini Tugasnya

Kapal Baruna Jaya I Mulai Misi Survei Laut Dalam, Berikut ini Tugasnya

JawaPos.com – Pelepasan Kapal Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berjalan lancar. Kapal yang diproduksi pada 1989 ini bakal melakukan misi survei laut dalam.

Rencananya durasi survei berjalan sampai dua bulan ke depan. Rombongan peneliti di Kapal Baruna Jaya I diperkirakan berjumlah 50 personel.

“Survei laut dalam gunanya untuk memetakan kontur dasar laut,” kata Kepala Tim Operasi Survei Dwi Haryanto saat dihubungi Sabtu (30/6).

Secara resmi Kapal Baruna Jaya I mulai berangkat Jumat sore (29/6) dari pelabuhan Muara, Angke, Jakarta Utara. Dwi menjelaskan survei laut dalam untuk pemasangan kabel optik, merupakan order dari Telkom Infra, anak usaha dari Telkom Indonesia.



Dia mengatakan rute pemetaan atau survei bawah laut sudah ditetapkan petanya oleh Telkom Infra. Meliputi wilayah perairan Kalimantan Utara, Larantuka, Atambua, sampai Dili.

“Semoga survei berjalan lancar,” jelas Dwi.

Menurut Dwi hasil survei nantinya sangat penting untuk proyek pemasangan kabel bawah laut. Misalnya melalui survei akan diketahui tipologi dasar laut.

Dia menjelaskan kabel optik tidak bisa dipasang pada dasar laut yang miring atau curam seperti lereng. Melalui hasil survei, tim teknis pemasangan kabel optik dasar laut bisa menentukan titik pemasangan secara akurat dan menghindari kendala kontur dasar laut.

Untuk bisa menjalankan survei laut dalam, kapal sepanjang 60,4 meter itu sudah dilengkapi dengan piranti multibeam. Piranti ini memancarkan sinyal atau gelombang dari kapal ke dasar laut.

Kemudian setelah mengenai dasar laut, sinyal atau gelombang itu memantul ke alat penangkap gelombang di kapal. Kemudian langsung direkam menjadi visual kondisi bawah laut.

Dwi menjelaskan nama perangkat multibeam di kapal Baruna Jaya I bernama Teledyne Hydrosweep DS System. Melalui perangkat itu, pancaran gelombang ke dasar laut bisa sampai kedalaman 11 km.

Dengan luas jangkauan atau coverage survei mencapai 23,4 meter. “Sambil jalan, proses survei otomatis terekam. Jadi setelah kapal kembali bersandar, hasil survei sudah siap untuk dianalisis lebih lanjut,” urai Dwi.

Menurut Dwi kapal Baruna Jaya I sudah beberapa kali menjalankan misi survei laut dalam. Tetapi untuk survei yang digunakan sebagai dasar pemasangan kabel optik, baru kali ini dijalankan.

Kapal Baruna Jaya I sebelumnya juga pernah menjalankan misi pencarian bangkai kapal Air Asia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura yang jatuh pada 28 Desember 2014 lalu.

(rdw/JPC)