Kampus ”Perang” Kurikulum di Tahun Ajaran Baru

Kampus Rasa Hindustan, UMM Punya India Corner

MALANG KOTA– Pada tahun ajaran baru ini, sejumlah kampus mempersiapkan program untuk menggaet mahasiswa baru. Politeknik Kota Malang (Poltekom) misalnya, demi menyambut mahasiswa baru, Poltekom menyiapkan program yang bernama blended curriculum.
Menurut Direktur Poltekom Dr Isnandar MT, program ini merupakan kurikulum campuran antara industri dan kampus. ”Ini khusus jurusan mekatronika dengan skema belajar 4 banding 2,” ujar Isnandar saat ditemui kemarin (13/06).

Dalam skema model blended curriculum ini, mahasiswa menyelesaikan empat semester di kampus untuk belajar dan dua semester di industri untuk magang. Isnandar kemudian menambahkan, blended curriculum merupakan jawaban bagi Kemenristekdikti saat mengampanyekan program revitalisasi poltek. ”Harapan Kemenristekdikti, poltek bisa terhubung dengan pihak industri, menguatkan kompetensi mahasiswa,” tambah pria berkacamata ini.

UB juga tengah mempersiapkan program three in one atau program kuliah dengan tiga pengajar bergilir dalam satu mata kuliah. Program ini didukung dengan kesiapan bagian kerja sama UB untuk menghadirkan dosen dari praktisi dan dosen luar negeri.

Dosen yang dilibatkan ada satu dosen internal UB, satu dosen praktisi sesuai bidang, dan satu dosen dari kampus luar negeri. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Perencanaan Dr Ir Moch Sasmito Djati MS menyatakan, kerja sama dengan perguruan tinggi di luar negeri nantinya akan mendatangkan 100 dosen luar negeri untuk 100 mata kuliah yang sudah disiapkan. ”Bahkan, sudah ada lebih dari jumlah itu,” ujar Sasmito.

Untuk percobaan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB sudah menjajal terlebih dahulu program 3 in 1 selama April–Mei 2018 bersama akademisi India dan Malaysia. Ketua Program Studi (PS) Teknologi Industri Pertanian FTP Sri Suhartini STP MEnv Sc PhD menjelaskan, saat itu ada dua mata kuliah yang disisipi program 3 in 1. ”Antara lain manajemen sumber daya manusia (MSDM) serta sistem dan teknologi informasi (STI),” tambahnya.

Sambut maba dengan program baru, juga dilaksanakan oleh salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) terbesar di Kota Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Saat ini, UMM gencar menyiapkan program-program baru. Di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Imu Pendidikan (FKIP) UMM, ada program baru bernama program inkubator mahasiswa berprestasi. Program ini mendorong akselerasi mahasiswa saat mereka berprestasi.

Sekretaris Jurusan Prodi Biologi Husamah SPd MPd menyampaikan, program ini jawaban saat banyak mahasiswa yang merasa kebingungan ketika mengerjakan tugas dan ketika gagal mendapatkan ide untuk berinovasi. Program ini mengajak serta dosen agar lebih aktif dengan membuat jadwal bimbingan konsultasi yang berbeda, antara skripsi, konsultasi pada umumnya, dan konsultasi ide inovasi.

”Kadang mahasiswa itu kalau buntu ya sudah, tidak mau melanjutkan lagi. Hadirnya program ini dibuat untuk mahasiswa-mahasiswa yang bingung mencari teman diskusi,” tandasnya. Kaprodi Biologi Dr Iin Hindun M Kes menyatakan, demi mendukung adanya program inkubator tersebut, mulai penerimaan mahasiswa baru ini pihak jurusan akan langsung fokus untuk mengelompokkan mahasiswa sesuai dengan minat bakat yang mereka miliki. ”Semakin cepat dikelompokkan semakin mahasiswa bisa mempercepat jangka waktu kelulusan,” pungkasnya.

Pewarta: Sandra
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq