Kampung Stroberi, Tempat Wisata Baru di Kota Batu yang Dikelola BUMDes

JawaPos.com- Kota Batu memang tak pernah habis menawarkan beragam tempat wisata alam yang menarik. Salah satu contohnya yakni Wisata Petik Stroberi di Kampung Stroberi Dusun Pandan, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Tak hanya menikmati asam manisnya buah stroberi, pengunjung juga bisa ikut belajar menanam buah bernama latin Fragaria x ananassa itu.

Saat memasuki kampung, pengunjung akan langsung disambut tampilan dinding rumah-rumah penduduk yang penuh dengan aneka mural bewarna merah. Selain itu, wisatawan juga bakal dimanjakan dengan pemandangan kebun-kebun stroberi yang tampak dari sela-sela pemukiman di sepanjang Jalan Tlogotowo.

Meskipun tempat ini sudah ada sejak lama, namun panggon wisata ini baru dibuka untuk umum pada penghujung tahun ini. Wisata agro ini dikelola oleh BUMDes Raharjo, Desa Pandanrejo.

Belum ada tiket masuk yang dipatok di Kampung Stroberi. Pengunjung hanya akan mengeluarkan uang apabila membawa pulang buah stroberi yang dipetik sendiri. (Fisca Tanjung/ JawaPos.com)

Direktur BUMDes Desa Pandanrejo Muklas Rofik mengatakan, saat ini ada sekitar 60 petani stroberi di Dusun Pandan. Sebagian menggunakan pola tanam green house yang tertutup, sisanya memakai lahan terbuka.

Total lahan stroberi di kawasan tersebut sekitar 15 hektare. Namun, yang sudah siap untuk dijadikan wisata petik ada sekitar 5 hektare. Nantinya, wisatawan yang datang bisa menikmati sensasi memetik dan menikmati buah stroberi langsung di tempat.

“Wisatawan yang datang juga bisa membeli berbagai olahan stroberi yang dibuat masyarakat. Seperti selai, keripik, sari buah, sirup, kue, maupun buah stroberi segar,” ujarnya. Selain itu, wisatawan juga bakal mendapat edukasi bagaimana cara menanam buaj stroberi.

Meskipun telah dibuka sebagai destinasi wisata, pihaknya masih belum memberlakukan tiket masuk ke wisata ini. Pengunjung hanya dibebani biaya ketika ingin membawa pulang stroberi. “Belum ada tiketing. Kalau mau bawa pulang bisa, 1 kilonya Rp 60 ribu,” katanya.

Muklas menambahkan, pembangunan fasilitas Kampung Stroberi ini memanfaatkan dana desa. “Anggaran desa juga untuk mengembangkan BUMDes yang nantinya menyejahterakan masyarakat. Adanya Kampung Stroberi ini membuat ekonomi di sini bisa bergerak lebih baik. Tapi kami tetap berharap ada dukungan dari Pemkot Batu dan juga pembinaan untuk petani-petani di sini,” tuturnya.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat untuk menanam stroberi disini bisa mempermudah penjualan. Artinya, masyarakat tidak perlu repot untuk menjual buahnya keluar. Justru wisatawan lah yang akan datang dengan sendirinya.

Sementara itu Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menyampaikan, pemkot berharap produksi dan wisata petik stroberi ini bisa dilaksanakan sepanjang tahun. Dirinya juga meminta agar fasilitas bagi wisatawan ditambah. Misalnya disediakan tempat berteduh di sekitar lahan, agar pengunjung tidak terlalu lama terpapar terik matahari.

Iyup-iyupan (peneduh) itu penting, kan wisatawan biasanya nggak mau lama-lama di bawah matahari. Toilet, tempat cuci sepatu, tempat ibadah, itu harus disiapkan,” terangnya.

Selain itu, Dewanti juga menekankan soal kualitas makanan dan minuman yang disajikan pada wisatawan. Bila fasilitas dasar dan kualitas terpenuhi, bisa menjadikan Kampung Stroberi ini langgeng. “Mereka mau menghabiskan uang ke sini itu kalau lingkungannya mendukung, tempatnya nyaman, makanan dan minumannya enak. Kalau kerasan, tiap tahun bisa jadi langganan,” pungkasnya.

(fis/JPC)