Kampung Cempluk Beri Ruang Kreatifitas Bagi Disabilitas

DAU – Nuansa tempo dulu, lengkap dengan beragam kuliner tradisional bisa dinikmati pengunjung Festival Kampung Cempluk di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Mulai digelar sejak 23 hingga 27 September, event yang memasuki tahun ke delapan ini tak hanya menarik minat warga sekitar. Sejumlah turis luar negeri juga asyik menikmati nuansa jadul yang dihadirkan oleh warga kampung tersebut.

Pembina Kampung Cempluk, Hanifi Ridwan, 38, menyatakan, tahun ini festival terasa berbeda karena melibatkan para penyandang difabel. ”Kami memberi ruang kepada mereka (difabel) untuk menampilkan karyanya. Termasuk membuat stan kuliner juga,” terangnya.

Dia menyebut ada belasan turis asal Jepang dan Korea hadir dalam festival tersebut. ”Tak hanya menikmati suasana, mereka juga tampil di panggung untuk menyanyi,” cetusnya.

Sementara berbagai jenis kesenian yang tampil di antaranya angklung kirana, musik kotekan gradak jaya, musik kotekan denting ibu-ibu, singo barong rampak khas cempluk, singo budoyo, dan perkusi anak Kampung Cempluk. Selain itu, ada juga makanan-makanan jadul yang ditampilkan, di antaranya klepon, tiwul, dan polo pendem.

Pewarta : Moh Badar Risqullah
Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yahya