Kampanye Antipolusi lewat Pameran

MALANG KOTA – Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia (STIKI) Malang punya cara tersendiri untuk memberi tugas akhir kepada mahasiswanya. Mengusung konsep pameran, setiap mahasiswa dituntut menghasilkan karya visual. Kemarin (16/1) hingga hari ini (17/1), karya-karya mereka turut ditampilkan di aula Olahraga Gedung E STIKI Malang.

Tahun ini pameran tersebut mengusung tema ”Critical of 2, Polluted and Unpolluted (CO2)”. Dalam aplikasinya, mahasiswa dituntut bisa menghadirkan visual soal polusi komunikasi. Lebih lanjut dijelaskan ketua pelaksana acara Pujo Adi Prasetyo, polusi komunikasi yang dimaksud yakni banyaknya kabar hoax yang beredar di media sosial saat ini.

”Sekarang lagi parah hoax-nya, banyak kan orang tua yang ketipu dari kejadian di media sosial,” terangnya. Dia menerangkan, dalam pameran tersebut terdapat 3 area. Area pertama untuk branding. Menampilkan logo branding untuk UKM, desa, hingga perusahaan. Yang kedua adalah area teknologi informatika yang menampilkan game dan aplikasi yang dikembangkan mahasiswa STIKI. ”Dan semua harus bertema kampanye antipolusi,” jelasnya.

Yang terakhir adalah area desain yang menampilkan karya-karya poster dan nirmana. Desain dan bahan yang dipergunakan mahasiswa wajib untuk tidak menimbulkan polusi. ”Di area terakhir ini menampilkan dasar desain poster dan nirmana, dan sama juga konten harus tentang memuat polusi,” tambah Pujo. Salah seorang peserta pameran, Wisnu Witantra Prayoga, menerangkan bahwa pameran tahun ini lebih bagus dibandingkan tahun sebelumnya. ”Sekarang tema pamerannya lebih menyatu,” jelas dia. ”Kalau dulu habis pameran banyak limbah kertas, sekarang banyak pakai bahan yang bisa dipakai lagi,” tambahnya.

Pewarta : Errica
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu mulya