Kami Hanya Melihat ASN Terima THR

Jeritan Hati Honorer Jambi: Kami Hanya Melihat ASN Terima THR

RADAR MALANG ONLINE – Tidak jauh beda dengan daerah lainnya, tenaga honorer di lingkungan Provinsi Jambi juga hanya mengurut dada saat merayakan Idul Fitri. Mereka tidak mendapatkan tunjangan hari raya (THR). Sementara para aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan menerima THR dan gaji ke-13.

Dikutip dari Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), salah seorang tenaga honorer yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah dua tahun bekerja di lingkungan Pemprov Jambi. Selama berkarya itu sang honorer tidak pernah merasakan manisnya uang THR. “Tahun sebelumnya juga tidak dapat, tahun ini pun tidak ada kabar,” akunya.

Honorer tersebut pun tidak mempermasalahkan jika Pemerintah Pusat tidak mengeluarkan aturan terkait pemberian THR kepada tenaga honorer.

THR hanya untuk PNS. Bukan untuk honorer. (dok. RADAR MALANG ONLINE)

Saat ini sang honorer itu berharap, setidaknya ada kebijaksanaan dari Pemerintah Daerah (Pemda). “Dapat sedikit saja sudah cukup. Kita hanya melihat ASN dan pensiunan menerima THR,” tandasnya.



Untuk diketahui, di Provinsi Jambi jumlah tenaga honorer tercatat sebanyak 2.000 orang. Semuanya tersebar di seluruh orgnisasi perangkat daerah (OPD) dan 4.048 SMA dan SMK. Gaji mereka per bulannya mulai Rp 800 ribu hingga Rp 1,4 juta.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Jambi Agus Pirngadi mengatakan, pengalokasian anggaran THR untuk tenaga honorer tidak memiliki payung hukum. “Tidak ada yang mengatur itu, sehingga kami tidak bisa menganggarkan di APBD untuk THR pegawai non-PNS,” ungkapnya.

Tidak adanya regulasi itu membuat Pemprov Jambi juga tidak bisa membuat pagu anggaran untuk THR tenaga honorer. Kalau pun Pemprov Jambi memaksakan anggaran THR untuk tenaga honorer, maka akan menjadi permasalahan di kemudian hari. “Jika dianggarkan nantinya, akan menjadi temuan,” akunya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi Husairi mengatakan, jumlah tenaga honorer di lingkungan Pemprov jambi sekitar 2.000 orang lebih. Jumlah ini setelah pengurangan yang dilakulan beberapa waktu lalu. “Jumlah itu belum termasuk guru honorer di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,” akunya.

Selain guru, tenaga honorer di lingkungan Pemprov paling banyak berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mataher (RM). “Kita memang butuh tenaga kesehatan,” pungkasnya.

(iil/jpg/JPC)