Kaligrafi Kulit Banyak Lakunya

ARIS Prasetya menyapa ramah warga yang berhenti dan tertarik melihat kerajinan kaligrafi yang dia jual di pinggir Jalan Ir Soekarno akhir pekan (25/5) lalu. Pria asal Jogjakarta ini senang karena sudah tiga lukisan kaligrafi dari bahan kulit yang laku dibeli. Faktor bulan Ramadan dia akui membuat jumlah penjualan kaligrafi tradisional dagangannya meningkat.

ARIS Prasetya menyapa ramah warga yang berhenti dan tertarik melihat kerajinan kaligrafi yang dia jual di pinggir Jalan Ir Soekarno akhir pekan (25/5) lalu. Pria asal Jogjakarta ini senang karena sudah tiga lukisan kaligrafi dari bahan kulit yang laku dibeli. Faktor bulan Ramadan dia akui membuat jumlah penjualan kaligrafi tradisional dagangannya meningkat.

Harga per lembar kerajinan kaligrafi berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Itu untuk kaligrafi yang terbuat dari bahan kulit kambing. Sedangkan untuk motif wayang berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 750 ribu, bergantung besar kecilnya wayang dan kulitnya.

Aris menyampaikan, pembeli yang tertarik membeli kaligrafi dan wayang
kulit adalah wisatawan yang berkunjung ke Batu. ”Memang banyak yang beli untuk oleh-oleh atau untuk dekorasi rumah,” kata dia. Rata-rata, dalam sehari Aris bisa menjual anatara 5–10 wayang.

Karena model jualannya nomaden, Aris mengaku memilih musala sebagai tempatnya melepas lelah saat malam hari. Dia berjualan di Kota Batu selama satu bulan atau hingga dagangannya habis. ”Atau saya bisa pulang ke Jogja untuk mengambil barang yang baru jika sudah laku semua,” bebernya.

Dia memilih Kota Batu sebagai tempat menjajakan dagangannya karena wisatawan yang berkunjung ke kota ini sangat banyak. Dari situ dia melihat peluang pelanggannya makin besar.



Pewarta: Darmono
Penyunting: Ahmad Yani
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: ADarmono