Kalau Mau di Banten Kita Menang

Kalau Mau di Banten Kita Menang

Menanggpi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto membantah, jika apa yang dilaukan oleh seniornya di PDIP itu untuk kepentingan calon gubernur yang diusungnya. Terutam di Jawa Barat.

“PDIP tidak pernah mendorong alat-alat negara dipakai sebagai alat negara,” ujar Hasto saat ditemui dalam perhelatan HUT PDIP ke-45 di Tugu Proklamasi, Jakarta, Sabtu (27/1) malam.

Menurut Hasto, jika PDIP ingin melalukan cara kotor dan curang, seperti menggunakan alat negara, maka sudah ia lakukan dari dulu. Misalnya, di pilkada Banten dimana  jagoan PDIP Rano Karno kalah dengan Wahidin Halim.

“Kalau menggunakan alat-alat negara maka PDIP sudah menang di Banten. Loginya kan begitu, ya kalau mau di Pikada Banten kita Menang,” katanya.

Hasto juga menyatakan, PDIP tidak ingin merusak demokrasi yang selama ini sudah ?dibangun. “Pilkada serentak ini tentu harus dijaga dan ditingkatkan agar demokrasi oleh rakyat benar-benar untuk rakyat,” pungkasnya.



Diketahui, sebelumnya Irjen Pol I?riawan diusulkan sebagai Penjabat Gubernur Jawa Barat, mengisi posisi yang ditinggalkan Ahmad Heryawan mulai 13 Juni 2018. 

Sementara, Irjen Pol Martuani Sormin disiapkan mengisi posisi Penjabat Gubernur Sumut menggantikan Teuku Erry Nuradi yang habis masa jabatannya pada 17 Juni 2018.


(gwn/JPC)