Kalah, Wasit Jadi Kambing Hitam

BANDUNG – Kepemimpinan wasit Dwi Susilo menjadi sorotan pemain Arema FC. Ini karena wasit dinilai kerap merugikan saat tim berjuluk Singo Edan ini berlaga lawan Persib Bandung kemarin sore.

Bek Arema FC Alfin Tuasalamony, salah satu pemain yang kecewa itu. Salah satunya ketika wasit memutus offside ketika pemain depan Arema lolos dari lini pertahanan Persib.

Padahal saat itu Arema punya peluang mencetak gol. ”Dalam pertandingan ini seharusnya wasit tidak seperti itu (tidak adil), dia menghancurkan sepak bola kita,” sesal Alfin.

Dia mengakui, mental dia dan pemain lain hancur ketika kebobolan gol pertama lewat kaki Kim Jeffry Kurniawan. Terlebih tambahan dua gol Persib dengan mudah tercipta pada babak pertama. ”Kami hancur mental di babak pertama,” ungkap Alfin.

Meski tampil lebih bagus di babak kedua, tapi Arema FC gagal menciptakan sebiji pun gol ke gawang Persib yang dijaga I Made Wirawan.

Hasil negatif itu semakin mempertegas bagaimana sulitnya Arema FC merengkuh tiga poin saat tertinggal terlebih dahulu.

Kendati begitu, Alfin enggan menyalahkan siapa-siapa. Bagi dia, rekan-rekannya juga sudah berjuang menyamakan kedudukan. Dibuktikan dengan mampu menghasilkan sejumlah peluang.

Dalam laga itu, Alfin memang sempat emosi. Dia pun terkena kartu kuning karena dianggap melanggar terlalu kasar pada lawan.

Pemain Arema FC bernomor punggung 32 itu mengaku menyesal melakukan perbuatannya yang sempat membuat penonton melakukan lemparan botol ke dalam lapangan.

”Saya meminta maaf kepada semua rekan atas perbuatan yang memprovokasi suporter lawan,” kata dia.

Sementara itu, kapten Persib Supardi Nasir Bandung mengaku kemenangan ini adalah buah dari bagaimana rekannya menunjukkan totalitas dalam lapangan. ”Pemain menunjukkan karakter ingin menang hari ini (kemarin),” tutur dia.

Pewarta : Gp
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib