Kaget, Pantai di Malang Gak Kalah dengan Bali

Pariwisata Kabupaten Malang mendapat tamu istimewa sejak Senin (19/8) hingga 23 Agustus 2019. Ada 58 mahasiswa asing dari 38 negara ikut program Universitas Negeri Malang Internasional Camp (UM iCamp). Lokasinya di Pantai Wedi Awu, Tirtoyudo.

FARIK FAJARWATI

Takjub. Itu kira-kira yang ada dalam benak para mahasiswa asing yang ikut program Universitas Negeri Malang Internasional Camp (UM iCamp). Karena begitu sampai di kawasan Pantai Bowele (Bolu-Bolu, Wedi Awu, dan Lenggoksono), mereka tidak menyangka ada pantai seindah itu.

Selama ini mereka hanya tahu jika pantai indah di Indonesia cuma di Bali maupun Lombok. Ternyata, di wilayah Kabupaten Malang, ada kawasan pantai yang tidak kalah indah. Apalagi ada lokasi yang bagus untuk olahraga surfing. Lokasinya di Pantai Wedi Awu.

Pantas saja, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, semua tampak riang berada di pinggir pantai. Bahkan, pada malam hari, mereka begitu menikmati indahnya pantai dan deburan ombak. Semua begitu riang gembira. Mereka juga tinggal di tenda di bibir pantai.

Direktur Kantor Hubungan Internasional UM Evi Eliyanah menjelaskan, program UM iCamp ini sudah masuk tahun keempat. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan UM di kancah internasional. ”Kami ingin mengenalkan UM bersama lingkungan sekitarnya (termasuk pantai di Malang),” kata Evi.

Mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan internasional camping sendiri tahun ini berasal dari 38 negara. Mereka tersebar dari berbagai negara dan belahan dunia seperti Eropa, Asia, Afrika, dan Australia.

Selain itu, ada mahasiswa asing yang berasal dari Papua New Guinea dan Timor Leste. Mereka terpilih melalui beberapa proses seleksi. ”Total ada lebih dari 900 pendaftar dari 70 negara yang mendaftar,” kata perempuan alumnus magister University of Melbourne, Australia, tersebut.

Dalam seleksi tersebut, para pendaftar dinilai dari beberapa kategori. ”Selain menyesuaikan dengan kuota, kami punya keinginan bahwa yang datang ke UM ini tidak hanya berasal dari 1 negara besar saja, tapi dari berbagai negara,” kata Evi.

Yang paling utama, mahasiswa yang terpilih harus memiliki interpersonal relationship yang baik. Sebab, salah satu tujuan utama diselenggarakannya UM iCamp ini adalah mengenalkan sisi lain Indonesia di mata dunia. ”Indonesia itu bukan hanya Bali dan Lombok, di Indonesia ada Pantai Wedi Awu dan Desa Peniwen yang sarat akan toleransi dalam keberagaman,” jelasnya.

Doktor Australia National University itu menuturkan, tiap negara diwakili tidak lebih dari tiga mahasiswa. Tahun ini adalah kali kedua UM menggandeng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Malang. Tahun 2018 lalu, kegiatan serupa juga digelar dengan venue Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Evi menambahkan, mendatangkan mahasiswa dari berbagai belahan dunia tentunya bukan tanpa tantangan. Panitia harus ekstradetail dalam menganalisis segala kemungkinan yang akan terjadi.

Termasuk dari segi persiapan dokumen keimigrasian. ”Makanya kami juga seleksi para mahasiswa ini berdasarkan tingkat risiko keimigrasiannya juga. Jadi, kami pilih peserta yang pengurusan dokumen imigrasinya mudah,” sambung perempuan asal Sidoarjo tersebut.

Sebagai follow up, dari tahun ke tahun pelaksanaan UM iCamp kini telah terjaring hubungan networking antar alumnus iCamp ini. ”Ada beberapa alumnus peserta iCamp yang (pindah) bersekolah di Malang. Tapi, tidak semua ke UM,” jelas Evi.

Di acara ini, Evi menambahkan, panitia juga melibatkan mahasiswa asing alumnus iCamp. Mereka berbaur dengan mahasiswa UM. Menurut perempuan kelahiran 27 Maret 1981 itu, mahasiswanya biar bisa untuk berkomunikasi dengan orang luar negeri.

”Mereka sekaligus bisa belajar beradaptasi dengan berbagai macam orang dengan beragam negara dan personality,” sambung dosen Sastra Inggris UM tersebut.

Secara keseluruhan, Evi menuturkan bahwa para mahasiswa asing tersebut sangat menikmati liburan di Pantai Wedi Awu. ”Mereka ke sini bertemu dengan teman-teman yang baru, know each other (memahami satu sama lain), learning about each other (belajar tentang satu sama lain), learning about culture (belajar tentang budaya), dan membangun jejaring,” bebernya.

Rangkaian kegiatan UM iCamp digelar selama 8 hari mulai 16–23 Agustus. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para mahasiswa diajak untuk mengenal lebih dekat tentang budaya dan pariwisata yang ada di Kabupaten Malang.

Di Pantai Wedi Awu, mereka berkesempatan menjajal lokasi surfing dan bermain jetski. Mereka juga diajak berkeliling melihat keindahan lanskap perairan Bowele seperti air terjun Banyu Anjlok dan keindahan panorama bawah laut Pantai Bolu-Bolu.

Malam harinya bersama warga sekitar, para mahasiswa asing itu bergantian menampilkan pertunjukan khas negara asalnya. Suasana kian enjoy karena mereka disiapkan hidangan khas pesisir pantai, mulai dari olahan ikan sampai gurita. Sebagai wujud kecintaan pada alam, Selasa (20/8) para peserta juga melakukan kegiatan beach clean atau bersih-bersih pantai di sekitar Pantai Wedi Awu.

Sedangkan kemarin (21/8) sampai besok (hari ini, 22/8) mereka ke Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan. Tujuannya melihat langsung praktik keberagaman dalam satu desa. Mereka juga bergabung dalam kegiatan bersih desa di desa multikultural tersebut.

Pewarta : *
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Abdul Muntholib