Kadisdik: Guru Jangan Alergi Mutasi

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang, Zubaidah.

MALANG KOTA – Disdik (Dinas Pendidikan) Kota Malang bakal kembali memutasi guru dan kasek (kepala sekolah) jelang tahun ajaran baru. Langkah tersebut penting untuk segera dilakukan agar terjadi pemerataan SDM (sumber daya manusia) guru. Rencananya, mutasi guru bakal diberlakukan di tahun ajaran baru.

Kebijakan mutasi guru tersebut dilakukan dengan merujuk aturan Permendikbud Nomor 62 Tahun 2013 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan Untuk Penataan Guru. Pada Bab II Pasal 1 tertulis, ”Guru dalam jabatan dapat dipindahkan antar satuan pendidikan, antar jenjang, dan antar jenis pendidikan, antar kabupaten/kota atau antar provinsi”.

Mutasi guru untuk pemerataan tersebut bakal dilakukan seiring dengan PPDB (penerimaan peserta didik baru) tahun ini. Dengan begitu, tidak ada guru yang kelebihan atau kekurangan jam mengajar. Bahkan, guru yang sudah lima tahun mengajar di sebuah sekolah juga harus mau dimutasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM mengimbau agar guru tidak perlu alergi dengan aturan ini. ”Guru juga jangan alergi kalau misalnya mendapatkan surat tugas baru harus dialihkan ke mana atau dipindahkan ke sekolah mana,” ujarnya.

Menurut Zubaidah, kebijakan mutasi atau pindah tempat mengajar tersebut bertujuan untuk pemerataan pendidikan.



”Kebijakan ini juga untuk penataan guru, misalnya perlu ditaruh di sana (sekolah lain, Red) untuk penguatan,” ujarnya. Penguatan tersebut bisa dari guru yang awalnya berasal dari sekolah yang dianggap favorit ke sekolah yang ”biasa”, atau bisa juga sebaliknya.

Kebijakan ini tentu menuai pro dan kontra. Salah satu guru asal SMPN 14 Malang Zahro Syaquilla mendukung kebijakan tersebut. Dia melihat dari jumlah guru yang tidak merata.

”Tapi, di kota sendiri juga bisa dibilang jumlah gurunya tidak terlalu banyak, malah kekurangan juga. Karena ada guru yang mengajar lebih dari 30 jam per minggu,” ujarnya.

Zahro menyatakan, dari perbincangan dengan sesama teman guru, mereka bisa menerima selama perpindahan tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintah. ”Sebenarnya teman-teman sih menerima saja misalkan memang dipindah kalau itu sudah perintah atasan,” imbuhnya.

Hanya, Zahro mengakui, para guru senior yang sudah tua sangat mungkin keberatan jika harus dipindah mengajar ke sekolah lain. Apalagi jika lokasi sekolah yang baru jauh dari rumah mereka. ”Memang ada beberapa guru senior yang keberatan dipindah karena pertimbangan jarak,” ujarnya.

Sebelumnya Disdik Kota Malang sudah melakukan perpindahan kepada 20 guru dan 4 kepala sekolah di 4 lembaga pendidikan. Rencananya, akan ada lebih banyak guru dan kepala sekolah yang dipindahtugaskan mengajar di tahun ajaran baru mendatang.

Pewarta : Imarotul Izzah
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Dwi Lindawati
Foto: Bayu Eka