Kepala Dinas Berpolitik? Siap-Siap Nonjob!

Moch Anton.

MALANG KOTA – Bagi ASN (aparatur sipil negara) yang ingin mendukung salah satu paslon (pasangan calon) di Pilwali Kota Malang 2018 sebaiknya berpikir ulang. Sebab, jika aksi dukungan itu diketahui Wali Kota Malang Moch. Anton, risiko mereka akan kehilangan jabatannya.

Warning dari Anton yang akan menonjobkan ASN berpolitik itu disampaikan saat silaturahmi bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Malang di Hotel Savana kemarin (12/12).

”Saya sudah bilang ke jajaran ASN, jangan main-main. Jangan dukung-mendukung (di Pilwali 2018),” ujar Anton di hadapan Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Malang Purwanto Joko Irianto, dan para hadirin.

Wali kota yang juga ketua DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB Kota Malang itu menegaskan, dia sudah sering mengingatkan ASN agar turut menjaga kondusivitas suasana jelang pilwali. Terkait keamanan dan ketertiban, Anton memercayakan kepada TNI dan Polri. Sedangkan ASN diminta mengantisipasi kegaduhan sosial.

Disinggung mengenai posisinya sebagai incumbent yang berpotensi memperoleh dukungan ASN, Anton menegaskan, tidak akan melibatkan ASN. ”Meskipun (dukungan) kepada saya, tetap (tidak boleh). Risikonya sangat besar,” imbuh pria yang diusung PKB dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) itu.



Pria yang mengawali karir dari pengusaha tetes tebu itu tidak akan gertak sambal. Siapa pun yang terlibat akan disanksi. Untuk pejabat setara kasi (kepala seksi), kabid (kepala bidang), hingga kadis (kepala dinas) akan dijatuhi sanksi tambahan. Selain diganjar sanksi disiplin ASN, juga dikenai sanksi tambahan berupa nonjob. ”Apalagi sampai membawa-bawa dinas, kalau ketahuan lihat sendiri akibatnya,” tandas Anton.

Dia juga mengaku sudah menegor beberapa ASN yang ditengarai mendukung salah satu paslon. ”Sebelumnya sudah saya tegur,” tuturnya.

Dia optimistis, panwaslu (panitia pengawas pemilu) juga akan terus memantau. Anton yakin, panwaslu akan mengetahui jika ada ASN yang menyalahgunakan profesinya. Di sisi lain, Anton juga berharap agar panwaslu berhati-hati dalam mengamati ASN.

”Siapa tahu hanya lewat saja dan kebetulan di daerah itu ada kampanye,” kata wali kota yang dikenal piawai menggaet dana CSR (corporate social responsibility) perusahaan itu.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Darmono