Kaca Antikotor Berbuah Emas

MALANG KOTA – Tiga mahasiswa Universitas Brawijaya ini membawa nama harum Kota Malang. Mereka berhasil meraih gold medal dalam Young Scientist International Seminar and Expo (YSIS) 2019.

Ini berkat inovasinya membuat alat untuk menjaga kaca gedung agar tidak mudah kotor. Ketiga mahasiswa inovatif itu adalah Janssen Wongkalanujaya, Safira Rachmaniar, dan Dhafi Alvian Nugraha. Mereka dari Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA).

Ide mahasiswa UB ini berawal dari mudahnya kaca gedung menjadi kotor. Apalagi biaya membersihkan kaca di gedung pencakar langit cukup mahal. Sehingga harus ada solusi.

Dhafi Alvian menyatakan timnya membuat pelapis kaca yang lebih bisa menjaga suhu dingin dalam ruangan. ”Serta pelapis kaca yang terbuat dari plasma nitrogen pada lapisan TiO2, kaca tidak mudah kotor karena tertempel debu,” jelas dia.

Cara kerjanya cukup rumit. Namun sederhananya, menurut mahasiswa angkatan 2018 ini, memanfaatkan sifat dalam fisika, yakni hidrofilik. ”Sifat inilah yang berperan sebagai penurun suhu pada gedung.

Lalu ada fotokatalis, ini yang membuat kaca bisa bebas partikel, bakteri, dan virus. Bahkan, dalam penelitian mereka juga dimasukkan alat bernama adruino nano sebagai pengatur suhu ruangan.

”Gara-gara ini, banyak yang minta penelitian kami segera bisa dikomersilkan. Tentunya, luaran yang didapatkan selain efisiensi biaya, juga mengurangi pemanasan global karena AC di dalam kantor,” ujar Dhafi.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib