Kabut Asap Mulai Menipis di Palembang, Masker Gratis Tetap Dibagikan

JawaPos.com – Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang, mulai menipis dan tidak sepekat sehari sebelumnya. Hanya saja tetap saja kabut asap terasa saat menghirup udara. Jarak pandang agak jauh, sekitar 200 meter. Pengemudi kendaraan roda dua dan empat menyalakan lampu di pagi hari. Kabut asap masih terlihat sampai pukul 07.30 WIB.

Wawan, salah satu warga meminta pemerintah kabupaten dan kota di Sumsel, termasuk Pemprov Sumsel untuk kembali melaksanakan Salat Istisqa agar Allah SWT menurunkan hujan. Beberapa pekan lalu, hujan turun karena banyak pemda menggelar Salat Istisqa. “Mudah-mudahan dengan Salat Istisqa, hujan akan turun,” harap Wawan seperti dikutip Sumeks.co.id (Jawa Pos Group), Selasa (15/10).

Sementara itu, perusahaan, instansi pemerintah, dan organisasi sosial masih gencar membagikan masker sebagai bentuk kepedulian terhadap pekatnya kabut asap di Palembang.

Sejumlah sopir truk menghentikan kendaraannya di jalan Prawira Ratu Alamsyah, karena pekatnya kabut asap pada pukul 05.00 WIB, sekaligus beristirahat sejenak dipinggir jalan. Sudah 2 hari ini, kabut asap tebal menyelimuti kota pempek ini.

Kemarin, kabut asap yang menyelimuti kota Palembang berdampak pada penerbangan. Berdasarkan monitor di Bandara International SMB Palembang, ada sembilan jadwal penerbangan yang delay. Ada juga tiga pesawat yang harus belek kanan, atau batal landing.

Pembatalan jadwal terbang dari dan keluar Palembang dilakukan karena jarak pandang di bawah normal atau di bawah standar penerbangan.

Editor : Mohamad Nur Asikin