Kabupaten Malang Butuh Pilot, Bukan Sopir

MALANG KOTA- Konstelasi politik jelang pemilihan bupati Malang menjadi salah satu fokus pembahasan dalam diskusi bertajuk Membaca Malang di Universitas Brawijaya Selasa (6/8). Diskusi yang diinisiasi Lakpesdam Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Malang itu menghadirkan tiga pembicara. Antara lain, pakar administrasi publik Fadilah Putra PhD, Rektor Unira Dr. Hasan Abadi dan Mustasyar NU Kabupaten Malang KH Fadlol Hija.
Dalam forum itu, Dr. Hasan memaparkan sejumlah kelemahan Kabupaten Malang saat ini. Salah satunya tingkat kemiskinan yang masih di urutan tertinggi. Bahkan kalah dari Bojonegoro. Menurut dia, ini menjadi tanda ada yang perlu dibenahi ke depan.
Dari sektor pariwisata, potensinya begitu besar, tapi boomingnya kalah dari Banyuwangi. ”Berarti ke depan Kabupaten Malang ini butuh percepatan di semua lini. Karena butuh cepat, maka yang dibutuhkan pilot, bukan sopir lagi,” sentil Hasan.
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang dr Umar Usman menyatakan, forum ini penting. karena bisa menggali potensi dan permasalahan di Kabupaten Malang. Dari situ, maka nantinya akan ada konsep atau gagasan yang produktif. Siapapun nanti yang menjadi bupati harus bisa visioner.
Ketua Lakpesdam Dr. Taufiqi menyatakan ada dua hal yang diperoleh dari diskusi ini. Pertama, membaca potensi dan tantangan Kabupaten Malang.
Kedua, melihat di mana posisi NU pada 2020 nanti. Sebagai kekuatan yang besar, NU harus bisa memposisikan diri dalam bidang politik seperti apa dan bagaimana nantinya di masyarakat.
Diharapkan dari pertemuan ini nantinya akan ada profil calon pemimpin yang akan datang seperti apa. “Jadi kita tidak direct to the person, tapi lebih ke konsep dan pekerjaan dia dahulu,”ujar peraih gelar doktor dari Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Pewarta : Errica Vanie
Foto : Errica Vanie
Redaktur : Abdul Muntholib/Indra Mufarendra