Juli, Subsidi SPP SMA/SMK Cair

KOTA BATU – Mulai Juli nanti, wacana subsidi sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) SMA/SMK yang sempat disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bakal direalisasikan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim Hudiyono turut mengonfirmasi kabar tersebut. ”Juli ini akan segera turun bantuannya. Memang sebelumnya terkendala dengan petunjuk dan teknis (juknis), sehingga sedikit terkendala.

Namun saya pastikan tahun ajaran baru ini semua siswa akan mendapat bantuan tersebut,” katanya saat berkunjung ke Kota Batu beberapa waktu yang lalu.

Selain subsidi SPP, Pemprov Jatim juga berencana memberikan bantuan seragam gratis bagi siswa kelas X SMA/SMK. Hanya saja bantuan seragam tersebut sepertinya baru bisa disampaikan beberapa bulan lagi.

”Masih tahap lelang khusus yang seragam, kemungkinan September (kami sampaikan),” imbuhnya. Kabar terbaru itu juga sudah didengar Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Batu Suprantiyo.



Dia menyatakan bila tiap siswa bakal mendapat subsidi SPP senilai Rp 110 ribu per siswa per bulan. Menurut dia, dana subsidi itu secara otomatis bakal menggratiskan biaya sekolah. ”Untuk Kota Batu iya gratis,” kata dia.

Dia merinci, jumlah siswa SMAN di Kota Batu saat ini berkisar di angka 2.500 jiwa. Jika setiap siswa dijatah Rp 110 ribu per bulan, maka Disdik Provinsi Jatim bakal mengeluarkan dana Rp 275 juta di tiap bulan.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota Malang-Kota Batu Dra Ema Sumiarti menyebut bila besaran subsidi SPP itu ditentukan dari indeks per wilayah.

Indeks ditentukan dari pendapatan per kapita di tiap daerah. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, Kota Batu berada di urutan ketiga untuk angka subsidi SPP tersebut. ”Nomor dua-nya Kota Malang,” terang dia.

Ema juga menyatakan bila proses pencairan dana subsidi SPP tersebut bakal berlaku selama setahun. ”Sekolah diberi uang SPP-nya, ini ya cuma satu kali setahun.

Jadi memudahkan SMAN-SMKN dalam merancang kegiatan selama setahun,” ujar alumnus SMAN 8 Kota Malang tersebut.

Adanya kepastian subsidi SPP itu direspons apik oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso. Dia menyatakan, seluruh siswa SMA/SMK di Kota Batu memang belum mendapat bantuan selama enam bulan terakhir.

Terhitung sejak kebijakan terkait proses belajar siswa SMA/SMK diambil alih oleh Pemerintah Provinsi. Bantuan terakhir sempat disampaikan Pemkot Batu. Nilainya lebih tinggi. Siswa SMA mendapat bantuan Rp 200 ribu per bulan. Sementara siswa SMK mendapat bantuan Rp 300 ribu per bulan.

”Dulu Pemkot Batu menganggarkan segitu untuk bantuan siswa SMA,” kata dia. Subsidi serupa juga masih disampaikan pemkot kepada siswa-siswi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Bantuan tersebut include dalam program bantuan operasional sekolah daerah (bosda). ”Setahu saya (bantuan) itu sudah dicairkan yang tahap satu.

Tahap satu itu mulai Januari–Juni lalu. Tapi baru bisa dicairkan bulan Juni kemarin sepertinya,” tambah Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kota Batu Endro Wahjudi.

Dari data yang dihimpun koran ini, subsidi SPP untuk pelajar SD kini dinaikkan menjadi Rp 30 ribu per bulan.

Sebelumnya, angka subsidinya Rp 25 ribu. Sementara untuk siswa SMP mendapat bantuan Rp 40 ribu per bulan, dari semula Rp 35 ribu. 

Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya