Judi Lima Meja Digulung Polisi

Bagi sebagian orang, permainan kartu memang mengasyikkan. Apalagi, permainan tersebut dilakukan bersama teman akrab. Tapi, hobi membanting kartu ini bakal menjadi urusan panjang jika disertai uang.

KROMENGAN – Bagi sebagian orang, permainan kartu memang mengasyikkan. Apalagi, permainan tersebut dilakukan bersama teman akrab. Tapi, hobi membanting kartu ini bakal menjadi urusan panjang jika disertai uang.

Tak percaya? Tanyakan saja kepada 19 orang yang digerebek anggota Polsek Kromengan dini hari kemarin (8/11). Mereka tak bisa kabur saat petugas mendapati mereka tengah asyik bermain judi kartu di rumah Harjo, 50, warga Dusun Kertorejo, Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan. Para pelaku menyamarkan aksi judinya dengan permainan kartu dan sudah menjadi langganan di tempat tersebut.

Kapolsek Kromengan AKP Octa Panjaitan menyatakan, penggerebekan rumah Harjo itu dilakukan setelah ada warga yang mengadukan dugaan praktik perjudian yang diikuti cukup banyak peserta. ”Dari laporan yang masuk, rumah tersebut sudah cukup lama menjadi lokasi perjudian permainan kartu. Ternyata, jumlah peserta semakin banyak, sehingga meresahkan warga sekitar,” terangnya.

Kanitserse Polsek Kromengan Aiptu Taufik menambahkan, berdasarkan laporan warga itu pihaknya langsung melakukan pemantauan. ”Setelah kami pastikan pelaku bermain kartu menggunakan uang, kami langsung melakukan penggerebekan,” terangnya. Meski penggerebekan dilakukan tengah malam, para pejudi masih mengitari lima meja tempat mereka bermain kartu. Dari lima meja itu, ada yang bermain kartu remi, ada yang bermain kartu ceki atau lintrik.

Kondisi rumah Harjo yang terbuka memudahkan polisi melakukan penggerebekan. Para pejudi yang tengah sibuk membanting kartu tak menyadari kehadiran petugas. Meski ada beberapa orang yang berusaha kabur saat digerebek, mereka tak berkutik saat digserap petugas. ”Dari lokasi perjudian kami amankan beberapa set kartu dan barang bukti uang Rp 638.000,” terangnya. Para pelaku pun akhirnya digiring ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.



Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Ahamd Yani
Copy Editor: Arief Rohman