Juara setelah Cedera

Kalau saja saat masa kecil tidak cedera, Hertika Yusniawati, belum tentu meraih prestasi pencak silat sebagus ini. Delapan piala dan medali sudah dia genggam. Ini setelah dia alih hobi dari tari ke pencak silat.

Ya, ketika kecil, perempuan kelahiran Malang, 1 November 1991, ini pernah mengalami cedera tangan. Saat itu dia sedang menekuni seni tari. ”Namun karena cedera, gerakan tangannya nggak luwes,” kata guru olahraga SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang ini.

Impiannya menjadi penari profesional kandas di tengah jalan. Namun beruntung, saat duduk di SMA, alumnus Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (UM) ini menemukan hobi lain. Yaitu pencak silat. ”Waktu SMA nyoba ikut silat, ternyata cocok,” ungkapnya.

Bahkan, dari dunia olahraga pencak silat, guru yang biasa disapa Tika ini mampu meraih 8 piala dan medali. Baik untuk tingkat kota, regional, maupun nasional. ”Pernah juga ikut porprov, tapi juara tiga waktu itu,” terang perempuan berusia 27 tahun ini.

Pewarta               : Imam Nasrodin
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Imam Nasrodin