Juara di Malaysia Berkat Apel Jadi Pelindung HP

MALANG KOTA – Apresiasi tinggi diberikan kepada lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) pada ajang Asian Youth Innovation Awards (AYIA)- Malaysia Technology Expo (MTE 2019). Ini buah dari inovasi mereka yang berhasil membuat produk antibakteri pada smartphone. Bahannya dari sari kelapa dan apel.

Ya, sari kelapa dan apel itu diekstrak, lalu dibuat cairan. Cairan inilah yang disemprotkan ke HP untuk menghilangkan bakterinya. Karya ini mendapat apresiasi dengan menyabet gold medal dan special award bulan lalu. Inovasi ini dibuat oleh M. Kiki Saputra, Grandy Zovanca, Revin Yohanes Abraham, Cynthia Ayu Dwi Lestari, dan Rininta Arifianingsih. ”Ini adalah kompetisi pertama kami, kami memang berusaha membidik hal yang memberi kemanfataan secara kesehatan. Apalagi ponsel itu tidak pernah terlepas dari aktivitas manusia,” kata M. Kiki Saputra, ketua tim.

Selama kompetisi, Kiki tidak memprediksi timnya mampu menyabet dua kejuaraan sekaligus. ”Dari negara lain, banyak yang lebih bagus. Malaysia misalnya, dengan produk inovasinya berupa penahan ombak laut menggunakan tanaman tembakau,” jelasnya.

Kompetisi tersebut merupakan ajang terbesar yang mempertemukan penemu, perancang, desainer internasional, investor, pengusaha, dan akademisi tingkat internasional yang diadakan oleh Group Professional Trade Exhibition and Meeting Planners (PROTEMP) dan Malaysian Association of Research Scientist (MARS).

Tidak hanya itu, inovasi yang mereka buat juga mendapat tawaran kerja sama pengembangan produk secara masal dari tiga investor, yaitu UPMSTEM, School of Education & Social Sciences, dan Leading Edge NDT Technology (LENDT) Industrial Technology Division. ”Namun, kita sekarang lebih fokus untuk meningkatkan fitur-fitur produk ini. Rencananya kita mau ngembangin di Indonesia, ini kan karya anak bangsa,” imbuh Kiki.

Kiki bersama timnya akan mengembangkan fitur tahan lama pada pelindung smartphone. ”Selama ini ketahanan masanya selama 6 bulan, kita ingin tingkatkan lebih panjang, kira-kira satu tahunan,” ujar Kiki.

Produk inovasi ini berupa spray yang dapat disemprotkan langsung pada ponsel. Kiki menjelaskan, terdapat sebuah temuan yang memberikan informasi adanya bakteri berbahaya pada ponsel. ”Jadi, sebenarnya terdapat bakteri pada ponsel, yaitu bakteri saerus, ini bisa bikin kulit gatal-gatal dan merah, apabila terkontaminasi bakteri tersebut, bisa menyebabkan flu, diare, bahkan jantung,” jelasnya.

Kiki menerangkan, produknya ini dapat memberikan tiga manfaat, yaitu sebagai antibakteri, pembersih smartphone, dan pengharum tangan. ”Selain itu, sifatnya juga tidak lengket,” tambahnya.

Pewarta               :  mg1
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib