Jualan Lewat Medsos, Penjual Sex Toys di Balikpapan Diamankan Polisi

JawaPos.com – Seorang pria berinisial WP harus berurusan dengan polisi. Pria berusia 40 tahun warga Jalan Prapatan Dalam, Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur itu, diamankan Sat Tipidter Polres Balikpapan lantaran menjual sex toys atau alat bantu seks yang dipasarkan lewat media sosial.

WP boleh dibilang penjual sex toys rumahan yang cukup besar. Di rumahnya, terdapat puluhan berbagai jenis alat bantu seks. Mulai dari obat kuat, vibrator, pembesar penis, alat bantu seks pria, dan lain-lain.

WP diamankan Sat Tipidter karena sebuah kasus tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar asusila.

Waka Polres Balikpapan, Kompol Andre Anas mengatakan, polisi juga mengamankan WP lantaran yang bersangkutan dianggap tidak memiliki perizinan di bidang perdagangan sex toys.



Ia juga secara terang-terangan atau tanpa diminta menawarkan suatu tulisan gambar atau barang yang dapat merangsang nafsu birahi para remaja serta tulisan atau gambar yang dapat membangkitkan nafsu birahi para remaja.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 106 Undang-undang Nomor 07 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 533 Ayat (3) KUHP.

Dalam memasarkan barangnya, WP menggunakan akun Facebook bernama Angga Prasetya. Di akun itu, ia mem-posting dan menawarkan berbagai jenis sex toys. Mengetahui hal itu, anggota Sat Tipidter Polres Balikpapan lalu melakukan patroli cyber.

Polisi kemudian pengembangan dengan menyamar sebagai pembeli. Setelah deal dan mau ketemuan, WP langsung diringkus. Dari situ, diketahui si pemilik akun adalah WP yang beralamatkan di Jalan Prapatan, Balikpapan Selatan.

Saat digeledah, ditemukan banyak jenis sex toys di rumahnya. “Kalau dilihat dari barang buktinya, barang ini berasal dari Tiongkok. Kemasannya banyak tulisan atau bahasa Tiongkok. Mulai dari kondom duri, pembesar alat vital, sampai obat kuat,” kata Andre.

Kepada penyidik, WP mengaku menjual sex toys baru empat bulan lalu. WP kini meringkuk di jeruji besi Polres Balikpapan. Ia terancam kurungan penjara minimal 7 tahun atau denda Rp 50 juta rupiah.

Tersangka WP masih akan terus didalami pemeriksaan terkait kepemilikan obat-obatan yang harusnya memiliki undang-undang kesehatan dari BPOM. “Ya, kami akan terus dalami ini. Bisa saja dia kena juga UU Kesehatan kan ini ada obat-obatan juga,” kata Andre.

Andre mengapresiasi kerja jajaran Sat Tipidter. Menurutnya, baru kali ini dapat mengungkap kasus jualan online yang berbau alat bantu sex serta obat-obatannya dalam jumlah cukup besar.

Selama ini, ungkap Andre, kasus yang banyak diungkap kasus ITE yang jual orang, penghinaan atau sebagainya. “Nah, ini unik ya jualan barang-barang begini. Ini pertama kalinya di Polres Balikpapan,” sebutnya.