Jual Nama Masjid, Penipu Ditangkap

JawaPos.com – Foto wajah seorang pemuda bersongkok mengenakan kemeja motif kotak dominasi warna biru dan putih ramai jadi sorotan di media sosial (medsos) Facebook, pertengahan Ramadan lalu. Wajah pemuda yang diketahui bernama Noval, 21, itu terpampang karena sedang dicari-cari pengurus Masjid Agung Pelita, Jalan Pelita, No 1, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.

Dicarinya pemuda yang merupakan warga Jalan Lambung Mangkurat, RT 18, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir itu bukan karena kebaikannya melainkan kejahatan yang dia lakukan. Noval melakukan penipuan dengan menjual atau mencatut nama Masjid Agung Pelita.

Noval pemuda pengangguran itu menipu warga di sejumlah kawasan termasuk di Jalan Lambung Mangkurat dengan modus meminta sumbangan ke rumah-rumah warga. Permohonan bantuan sumbangan itu diperuntukkan untuk buka puasa bersama di Masjid Agung Pelita.

Permohonan sumbangan itu menarik perhatian banyak warga yang terbukti memberikan sumbangannya. Entah berapa jumlah pasti uang sumbangan yang diperoleh Noval, tapi jika dilihat dari buku catatan yang dibawanya jumlah sumbangan lebih dari Rp 2 juta.

Sayangnya sumbangan itu tak disetorkan Noval kepada pengurus masjid karena kenyataannya memang bukan bagian dari pengurus masjid yang ditugaskan untuk mengumpulkan sumbangan dari jamaah masjid. Atas laporan jamaah dan temuan pengurus masjid itulah Noval yang tampak dalam foto menyodorkan kertas yang diduga kuitansi bukti sumbangan itupun diburu pengurus Masjid Agung Pelita.

Tak hanya masjid yang menjadi ‘modal’ penipuan Noval. Salah satu organisasi masyarakat (ormas) daerah pun dicatutnya untuk melancarkan aksi penipuannya dengan meminta sumbangan.

Alhasil Noval yang larut mencari uang dengan cara menipu itupun kena batunya, Sabtu (16/6) lalu. Dia berhasil diamankan warga di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Sungai Pinang ketika hendak mengambil uang sumbangan dari salah satu tempat usaha setelah sebelumnya disodorkan proposal permintaan sumbangan oleh Noval dengan mengatasnamakan ormas daerah.

Beruntung Noval tak jadi bulan-bulanan massa yang geram dengan ulahnya. Massa yang marah memilih menyerahkan Noval ke Polsek Sungai Pinang untuk diproses hukum.

“Dia (Noval. Red) memang sedang dicari karena banyak warga yang melapor kepada kami (FKPM Pelita) meragukan permohonan permintaan sumbangan yang dijalankan pelaku (Noval. Red),” kata Ketua FKPM Kelurahan Pelita, Marno Mukti, dikutip Samarinda Pos (Jawa Pos Group), Rabu (19/6).

Informasi itu lantas dikrocek FKPM ke pengurus Masjid Agung Pelita dan ternyata pengurus masjid pun sedang mencari keberadaan Noval. “Dan teman-teman dari ormas pun juga mencari karena nama ormas mereka dicatut untuk meminta sumbangan,” ucap Marno.

Sebagai warga Jalan Lambung Mangkurat, yang juga merupakan Ketua Forum RT, informasi yang diperolehnya bahwa Noval memang sering melakukan kejahatan penipuan seperti itu. “Bahkan orangtuanya sudah sering menasihati, tapi dia tetap saja melakukannya,” beber Marno.

Terkait dengan penipuan yang dilakukan Noval dengan mencatut nama Masjid Agung Pelita, Polsek Sungai Pinang masih mendalaminya dengan mencari pelapor atau warga yang ditipu oleh Noval. “Pengurus masjid sudah datang untuk memberikan informasi. Kami masih melakukan pendalaman penyelidikan,” terang Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Nono Rusmana.

Noval sendiri menghabiskan uang hasil dari meminta-minta sumbangan untuk kepentingan pribadinya. “Karena penipuan dengan modus meminta sumbangan dari rumah ke rumah warga itu dilakukannya menjelang Idulfitri. Kemungkinan dia belikan baju Lebaran atau keperluan lainnya,” jelas Nono.

Sementara mengenai ulah Noval yang juga mencatut nama ormas untuk meraup keuntungan, menurutnya sudah diselesaikan. “Karena kalau belum selesai tentu dari pihak ormas akan datang melapor, tapi sampai saat ini tidak ada,” pungkasnya.