Jual Lutung Jawa Via Online, Pembelinya Petugas, Kena Deh

KOTA MALANG – Kasus perdagangan ilegal terhadap satwa langka Lutung Jawa yang diusut oleh pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur di Terminal Arjosari Kota Malang Rabu (28/11) lalu semakin menemui titik terang.

Setelah pelakunya Farid Kurniawan Santoso, 31, warga Blimbing Kota Malang tertangkap dan diserahkan ke pihak Polres Malang Kota, mamalia ini diketahui hanya dibanderol dengan harga Rp 550 ribu per ekornya pada pembeli yang dijajakan online melalui media sosial.

Tak hanya itu, hewan yang endemik di kawasan Asia Tenggara ini diduga juga diburu dari kawasan hutan yang dilindungi, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI BKSDA Jawa Timur, Mamat Ruhimat pada sesi konferensi pers di Polres Malang Kota Selasa (4/12) siang.

“Diduga diambil dari Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang di kawasan Jember,” ujar Mamat Rubimat. Untuk diketahui, hutan dilindungi itu masuk di empat wilayah yakni Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Jember, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo.



Dia berkata demikian karena mamalia itu memang diperkirakan masih banyak hidup pada hutan di kawasan Jember, Probolinggo, dan Lumajang.

“Karena yang masih ada habitat satwa itu (Lutung Jawa) hanya di sana kawasan itu,” imbuhnya.

Meski begitu, dirinya juga belum mengetahui pasti akan hal itu dan menunggu penyelidikan san pengembangan dari pihak kepolisian.

“Masih kita lakukan penyelidikan. Yang jelas penjual juga dapat dari pebgepul,” imbuh pria yang akrab disapa Mamat itu.

Sementara itu Wakapolres Malang Kota, Kompol Bambang Christanto Utomo juga mengakui bahwa pihaknya masih menyelidiki terkait kasus perdagangan satwa yang dilindungi tersebut.

“Kami belum tahu (tempat pelaku mengambil satwa tersebut). Kami masih akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Polisi yang akrab disapa Bambang itu menjelaskan bahwa Farid Santoso mendapat ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda sebanyak Rp 100 juta karena melanggar pasal 21 ayat 2, dan pasal 40 ayat 2 UU RI No 5 tahun 1980 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Pewarta: Gigih Mazda
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: BKSDA Jawa Timur