Jual Beli Uang Anyar Lebaran Menjamur

KOTA BATU – Jasa penukaran uang baru mulai menjamur. Seperti yang dilakukan sedikitnya lima pemuda yang mangkal di Jalan Gajah Mada, Kota Batu, kemarin (29/5). Mereka menata uang baru mulai dari pecahan Rp 2 ribu sampai Rp 20 ribu di tepi jalan.

Banyaknya warga yang ingin punya uang gres jelang lebaran membuat pedagang uang bisa mendapatkan untung lumayan. ”Dari tukar Rp 100 ribu, mereka menambah Rp 10 ribu,” kata Heru Wicaksono, salah seorang pedagang uang baru, kemarin.

Jika tak ingin repot, pedagang tinggal memotong nominal Rp 10 ribu untuk setiap transakasi yang dilakukan. ”Ya (uang jasa, red) itu sebagai ganti untuk mengantri,” terang Heru beralasan tentang pengambilan margil 10 persen keuntungan tersebut.

Hal itu karena jauh-jauh haru Heru harus menukarkan mata uang tersebut ke bank. Sehingga ia bisa mendapatkan mata uang pecahan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Sudah enam tahun Heru membuka jasa penukaran mata uang pecahan musiman. “Hanya saat musim seperti ini saja, mulai dua hari yang lalu (27/5) biasanya sampai pas malam takbiran,” kata dia. Untuk saat ini, yang menukarnya masih belum banyak.

Paling dalam sehari, lanjut Heru, orang menukarkan baru Rp 1 juta sampai Rp 2 juta. Berbeda jika nanti, saat hari raya Idul Fitri kurang seminggu yang tukar akan lebih banyak.Bisa mulai Rp 4 juta sampai Rp 6 juat dalam sehari.

”Bisanya satu lebaran total yang keluar itu Rp 60 juta, itu rata-rata. Kalau pas ramai nanti baru tambah sampai Rp 20 juta,” terang dia.

Dari usaha penukaran uang terseut, Heru bisa mendapatkan untung antara Rp 6 juta sampai Rp 8 jutaan selama bulan puasa. Dari hasil yang menukarkan uang, pecahan Rp 10 ribu yang paling banyak mencari. Menurutnya, hampir separuh dari penukaran setiap hari adalah pecahan Rp 10 ribuan.

”Tidak tahu juga, mungkin untuk diberikan ke anak-anak nantinya, karena jumlahnya pas,” tukas Heru.

Pewarta : Aris Dwi
Penyunting : Ahmad Yani
Foto : Bayu Eka