Jokowi: Unisma Harus Jadi Contoh dalam Merawat Kebhinnekaan

MALANG KOTA – Saat memberikan materi dalam Stadium Generale “Islam Nusantara Dan Keutuhan NKRI Untuk Mewujudkan Indonesia Damai” presiden meminta untuk seluruh masyarakat Indonesia tetap menjaga Kebhinnekaan di sertai dengan tantangan untuk menjaga komunikasi, toleransi antar kelompok, menjaga persatuan dan kesatuan, menjaga kerukunan, persaudaraan, dan ukuwah, dan bhineka itu tetap ikrar.

“Semua negara akan menjadi negara yang majemuk dan tidak homogen. Dalam setiap kebhinnekaan selalu melekat dengan kebudayaan,” paparnya.

Jokowi meminta kepada seluruh warga Indonesia agar jangan sampai terbawa isu – isu antek asing, isu TKI, isu komunis dan isu – isu lainnya. Hal tersebut menjadikan bangsa negara menjadi pesimis.

“Rakyat negara kita harus memiliki mental yg kuat. Hambatan dan rintangan harus dihadapi. Harus tahan uji dan tahan banting. Harus tawakkal, namun tetap ikhtiar dan kerja keras,” ungkapnya.

Ia menyampaikan terkait isu – isu PKI, bahwasannya Jokowi lahir di tahun 1961, namun PKI dibubarkan tahun 1965. Bagaimana bisa isu itu menyebar. “Apa ada PKI belita?,” ungkapnya yang di sambut gelak tawa seluruh ruangan.



Mantan Guberbur DKI itu juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak gampang termakan isu.
“Jangan gampang termakan isu. Harus percaya diri dan ikhtiar untuk mbangun bangsa, fokus membangun rakyat,” ujarnya.

Dalam materi tersebut, Jokowi tak lupa menyampaikan bahwasannya Universitas Islam Malang (Unisma) harus menjadi contoh dalam merawat kebhinnekaan dan pengembang persatuan di Indonesia.

Pewarta: Arifina
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Don Virgo