Jokowi Datang, Masa Gratis Tol Mapan Diperpanjang

KABUPATEN – Ini bisa jadi kabar gembira bagi warga Malang Raya yang sering bepergian dari Malang–Surabaya menggunakan mobil. Sebab, masa gratis tarif tol Malang–Pandaan (Mapan) yang sebelumnya direncanakan hanya 1–2 minggu, kini bakal berlangsung sebulan.

Perpanjangan masa penggratisan tarif tol tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ketika meresmikan pengoperasian tol Mapan di gerbang Singosari, Kabupaten Malang, kemarin (13/5). ”Saya tadi (kemarin) sudah bisik-bisik kepada Bu Menteri BUMN (Rini Soemarno) agar digratisin dulu. Nggak usah lama-lama, untuk percobaan dulu sampai lebaran,” ujar Jokowi yang didampingi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Selain Rini Soemarno, turut mendampingi Jokowi adalah Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan tiga kepala daerah di Malang Raya. Yakni, Wakil Bupati Malang H.M. Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Hadir pula Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

Masak kalau yang minta presiden tidak diberi,” sambung Jokowi, memastikan.

Sebelumnya, PT Jasa Marga Pandaan–Malang berencana menggratiskan pengguna tol Mapan untuk 1–2 minggu pertama. Selain uji coba, penggratisan itu dilakukan karena pihaknya belum menetapkan besaran tarif tol.



Meski belum menetapkan tarif, tapi mereka sudah mempunyai estimasi. Yakni, Rp 900–Rp 1.000 per kilometer. Dengan demikian, tol dari seksi I (Pandaan) hingga seksi V (Madyopuro) sepanjang 38 kilometer itu bertarif Rp 38.000. Namun, yang masih siap dioperasikan ini seksi I–III (Pandaan–Singosari) dengan jarak 30,6 kilometer, maka diperkirakan biaya yang akan diterapkan kepada pengguna sekitar Rp 30 ribu.

Dengan adanya permintaan penggratisan dari Jokowi, setidaknya hingga Lebaran pada awal Juni, pengguna tol tidak perlu mengeluarkan biaya untuk jalur Pandaan–Singosari atau sebaliknya.

Jokowi Desak PT Jasa Marga Tuntaskan Seksi IV dan V

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mendesak PT Jasa Marga Pandaan–Malang untuk mengebut pengerjaan tol di seksi IV dan V. Dari lima seksi, yang sudah tuntas pengerjaannya dan siap beroperasi hanya tiga seksi. Yakni, seksi I (Pandaan–Purwodadi), seksi II (Purwodadi–Lawang), dan seksi III (Lawang–Singosari).

Sedangkan seksi IV (Singosari–Pakis), dan seksi V (Pakis–Madyopuro, Kota Malang) masih proses pengerjaan. Seksi I–III ini sepanjang 30,6 kilometer. Sedangkan sisanya 7,8 kilometer ada di seksi IV dan V. ”Memang masih kurang 7,8 kilometer. Tapi, sudah saya kejar agar bisa diselesaikan maksimal akhir 2019. Syukur-syukur kalau bisa maju,” tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Ditanya mengenai keberadaan situs Sekaran yang sempat menghambat pembangunan di seksi V, Jokowi menuturkan bahwa permasalahan tersebut sudah tidak menjadi kendala. ”Sudah selesai, nanti teknisnya ditanyakan ke Pak Bupati (Wabup Malang H.M. Sanusi),” terang mantan wali Kota Solo itu.

Menteri PUPR Gelar Studi Kelayakan Tol Pandaan–Kepanjen

Begitu pun wacana kelanjutan pembangunan jalan tol sampai ke Kepanjen, Kabupaten Malang. Jokowi membenarkan bahwa saat ini Kementerian PUPR mulai menyiapkan kelanjutannya hingga Kepanjen. ”Baru proses feasibility study (studi kelayakan),” ujar Jokowi.

Dengan diresmikannya tol Mapan, Jokowi berharap secara mobilitas, baik barang, jasa, maupun orang akan semakin cepat dan mudah. Begitu pula dari aspek pertimbangan cost atau biaya, Jokowi berharap keberadaan tol yang juga tersambung dengan tol trans Jawa tersebut bisa mengurangi biaya operasional penggunanya.

Dengan beroperasinya tol Mapan, pengguna bisa menghemat waktu. Misalnya untuk Surabaya–Malang yang normalnya membutuhkan waktu 3 jam, bisa ditempuh kurang dari 1 jam jika melintasi tol. Demikian juga Pandaan–Singosari yang normalnya membutuhkan waktu tempuh 2 jam, kurang dari 30 menit jika lewat tol.

”Kami harap Malang Raya sebagai center-nya pariwisata dan pendidikan juga akan terbantu sekali untuk pengembangannya dengan adanya tol ini,” kata Jokowi.

Gubernur Optimistis Urai Kemacetan hingga 70 Persen

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, dengan diresmikannya tol Mapan di seksi I, II, dan III, Pemprov Jatim berharap banyak. Salah satunya dalam hal persiapan mudik Lebaran. Sesuai data Pemprov Jatim, weekend dan momen hari besar, termasuk Hari Raya Idul Fitri, two traffic kendaraan yang melintas dari maupun menuju Surabaya, Purwosari, Pandaan, hingga Malang mencapai 65 ribu kendaraan per hari. Di dalamnya termasuk kendaraan yang melintas dari maupun menuju jalan arteri Lawang–Singosari. ”Kira-kira 70 persen atau 45 ribu kendaraan itu akan terurai melalui tol (Pandaan–Malang) ini, Pak Presiden,” kata Khofifah kepada presiden.

Besarnya manfaat tol bagi masyarakat Malang Raya maupun Jawa Timur tersebut membuat Khofifah punya harapan. Oleh karena itu, dia berharap sisa ruas tol yang belum selesai bisa dituntaskan oleh pemerintah pusat. ”Sekarang yang sudah siap beroperasi sepanjang 30,36 kilometer, kami masih berharap ada percepatan pada ruas IV dan V,” tambah mantan menteri sosial (mensos) itu.

Sanusi Lobi Menteri BUMN dan Menteri PUPR

Terpisah, Wakil Bupati Malang H.M. Sanusi optimistis pertumbuhan ekonomi maupun infrastruktur di Kabupaten Malang akan semakin cepat. Terlebih jika jalan bebas hambatan tersebut bisa diteruskan sampai Kepanjen. ”Waktu rapat bersama pimpinan daerah  di Istana Bogor pada 22 April lalu, Ibu Gubernur menyampaikan kepada presiden supaya tol ini sampai Kepanjen. Agar bisa mengurai kemacetan di Kota Malang, dan sudah diiyani (disetujui),” kata Sanusi saat dijumpai di tempat yang sama kemarin.

Hal ini juga diperkuat dengan lobi politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut saat peresmian tol Probolinggo pada April lalu. ”Saya sudah bicara pada Menteri BUMN dan Menteri PUPR. Keduanya juga sudah menyanggupi,” tambahnya.

Dengan dilanjutkannya pembangunan tol Mapan sampai Kepanjen, Sanusi optimistis pertumbuhan masyarakat di wilayah selatan kabupaten akan lebih pesat. Dia pun siap jika pemerintah pusat meminta bantuan untuk pembebasan lahan maupun bantuan teknis lainnya. ”Yang minta bukan hanya kami (pemkab), dari Blitar dan Kediri nanti kalau tolnya sudah sampai Kepanjen juga akan minta disambung sehingga bisa disambungkan ke Pansela sampai ke Solo,” beber Sanusi.

Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Mahmudan
Fotografer          : Rubianto