Jokowi Beri Remisi Pembunuh Jurnalis Prabangsa, AJI: Kami Kecewa

JawaPos.com – Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan remisi kepada I Nyoman Susrama selaku terpidana pembunuhan jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Grup), AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, dikecam. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama sejumlah jurnalis menggelar aksi di Taman Aspirasi Monas, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Mereka menentang Kepres No. 29 tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Sementara tertanggal 7 Desember 2018. Ketua AJI Abdul Manan menyatakan, komunitas jurnalis di Indonesia mengecam kebijakan Jokowi yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuhan keji terhadap jurnalis.

Dalam aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, AJI menyampaikan empat pernyataan sikap. Pertama, mengecam kebijakan Jokowi yang sudah memberikan kebijakan remisi.


AJI minta remisi pembunuh jurnalis Prabangsa dicabut (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)


Kedua, kebijakan presiden mengurangi hukuman pelaku pembunuh itu melukai rasa keadilan. Bukan saja bagi keluarga korban, akan tetapi jurnalis di Indonesia. Ketiga, mendesak Jokowi mencabut Keppres pemberian remisi terhadap Susrama.

Sebab kebijakan itu bertentangan dengan kebebasan pers. Keempat, meminta Jokowi menuntaskan 8 kasus pembunuhan jurnalis lainnya. “Kami mengecam kebijakan Presiden Joko Widodo yang memberikan remisi kepada pelaku pembunuh jurnalis Prabangsa,” serunya, Jumat (25/1).

AJI menilai, tidak diadilinya pelaku kekerasan terhadap jurnalis dan memberikan keringanan hukuman bagi pelakunya, maka hal itu berpotensi menyuburkan iklim impunitas dan membuat para pelaku kekerasan tidak jera. Menurutnya, hal itu bisa memicu kekerasan kepada jurnalis terus berlanjut.

“Susrama adalah otak pelaku pembunuhan. Kenapa diberi remisi? Kami kecewa dengan presiden,” Abdul Manan.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Wildan Ibnu Walid