Jokowi Bakal ke Malang Lagi?

MALANG KOTA – Kota Malang bakal punya gawe besar berskala nasional lagi. Setelah sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang dihadiri ribuan tamu dari seluruh Indonesia pada 18–20 Juli lalu, mulai 28 Juli hingga 4 Agustus nanti, giliran event Musabaqoh Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) XV yang digelar di Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB).

Event ini juga bakal dihadiri ribuan peserta dan tamu. Mereka adalah para mahasiswa dan dosen dari berbagai kampus di Indonesia dan rencananya dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Jika Jokowi jadi datang, maka dia empat kali ke Kota Malang selama tahun 2017 ini. Pertama, pada 24 Mei di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Kedua, pada 3 Juni di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan yang ketiga pada 20 Juni dalam acara Apeksi.

Untuk diketahui, MTQMN adalah lomba membaca Alquran tingkat mahasiswa se-Indonesia yang rutin diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) setiap dua tahun sekali.

Menurut Ketua Pelaksana MTQMN XV Akhmad Muwafik Saleh SSos MSi, jumlah peserta MTQMN XV mencapai 2.490 peserta. Untuk cabang lomba dengan jumlah peserta perorangan terbanyak, ada pada lomba Tartil Alquran, yakni 336 orang. Sementara itu, cabang lomba dengan jumlah peserta grup terbanyak ada pada lomba Syarhil Alquran dengan 122 grup yang berisi 366 orang. ”Dari 13 cabang lomba, tujuh cabang akan dilaksanakan di UB dan enam cabang lainnya dilaksanakan di UM,” kata dia.

Berbagai persiapan venue dan pembangunan panggung pun sudah mulai dilakukan oleh UB dan UM dalam minggu-minggu ini untuk pembukaan MTQMN XV, 28 Juli mendatang. Pembukaan MTQMN XV ini rencananya diadakan di Lapangan Rektorat UB dan dihadiri secara langsung oleh Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Muwafik menyampaikan, dalam gelaran MTQMN ini, UIN Maliki Malang turut membantu dengan menyediakan tempat penginapan bagi para peserta lomba. ”UIN Maliki menyediakan tempat penginapan peserta di ma’had (asrama) putra dan putri. Jadi bisa dibilang, kepanitiaan ini melibatkan tiga perguruan tinggi negeri di Kota Malang,” katanya.

Saat disinggung soal dana yang dibutuhkan untuk acara MTQMN, dia mengaku, pihaknya menyiapkan Rp 12 miliar. ”Kemenristekdikti Republik Indonesia memberi dana Rp 3 miliar dan sisanya dari UB dan UM. Kami juga mendapat dukungan dari beberapa pihak untuk membantu pendanaan dan penyediaan sarana-prasarana,” tutupnya.

Pewarta: Daviq Umar
Penyunting: Kholid Amrullah
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Bayu Eka