Jokowi Ajak Hanura Cegah Politik Hoaks dan SARA di Pilkada 2020

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo ?(Jokowi) meminta Partai Hanura menjaga suasana keteduhan di Pilkada 2020. Hal ini dilakukan agar tidak ada kegaduhan.

Jokowi mengatakan di Pilkada September 2020 mendatang, tidak boleh lagi ada hoaks, ujaran kebencian dan saling menghujat. Untuk itu Hanura perlu meredam hal itu.

?”Mari kita menjaga supaya berjalan aman damai, jangan sampai ada politik SARA, jangan lagi ada hoaks, ujaran kebencian, saling fitnah, jangan lagi ada saling menghujat. Saya yakin ini bisa dimotori oleh Hanura?,” ujar Jokowi di JCC, Jakarta, Jumat (24/1).

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi sempat menanyakan ke Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) perihal dirinya yang tak diundang pada saat Munas lalu. Bahkan Presiden Jokowi sampai menanyakan langsung ke OSO saat berkunjung ke Istana. ?Kenapa dirinya dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin tidak diundang.

“Saya tanya ke Pak OSO di istana, dia bilang nanti akan diundang di pengukuhan kepengurusan DPP,” katanya.

Lebih lanjut, Jokowi juga baru mengetahui alasan OSO menolak menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Hal itu karena kecintaanya terhadap Partai Hanura.

“Alasan yang pertama jadi Watimpres tidak boleh jadi pemimpin partai, alasan kedua Pak OSO lebih mencintai Hanura,” katanya.

Jokowi juga meyakini Partai Hanura dipimpin OSO akan menjadi besar. Hal ini sudah ditunjukan banyaknya kader Hanura yang menjadi anggota DPRD.

“Oleh sebab itu kalau Partai Hanura dikelola dengan benar dan dipimpin oleh Pak OSO, saya yakin Hanura jadi partai besar,” ungkapnya.?

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono