joint research asia, Siap menuju Universitas

SEBAGAI kampus berkembang, IBU terus meningkatkan mutu pendidikan nya. Jika di tahun 2018 IBU mulai meninggalkan dunia kertas (paperless), tahun depan targetnya kualitas pembelajaran berbasis IT (information technology) itu terus meningkat. Tidak hanya dari sisi sarana- prasarana, tapi juga penggunanya (mahasiswa-dosen). ”Kami sudah mengukuhkan diri sebagai PT berbasis teknologi. Bukan hanya perkuliahan yang berbasis paperless, tapi juga administrasi,” ungkap Rektor IBU Dr Nurcholis Sunuyeko MSi.

Karenanya, semua mahasiswa dan dosen dibiasakan untuk mengakrabi teknologi informasi. Karena hal ini juga menjadi dasar mengepakkan sayap ke dunia internasional. ”Saat ini, kami sedang menyiapkan joint research atau penelitian bersama,” tambahnya.

Joint research tersebut, menurut rektor yang akrab disapa Yai Cholis itu, tidak hanya dilakukan dengan lintas PT di dalam negeri saja. Tapi juga PT di kawasan Asia. Bahkan telah ada tiga negara yang menjadi sasaran kerja sama. Yakni Malaysia, Thailand dan Kamboja. ”Pengga langan pendaftaran realisasi kerja sama lintas PT tersebut masih berlangsung. Formatnya nanti dalam bentuk magang mahasiswa didampingi dosen pembimbing,” terang dia.

Dengan langkah ini, diharapkan mutu penelitian mahasiswa IBU semakin meningkat. Aplikasinya, tentu saja tidak hanya dilingkup lokal, tapi juga nasional, bahkan internasional.

Lantas bagaimana dengan persiapan diri menuju status universitas? Tentang hal tersebut, rektor yang juga ketua Forki (Federasi Olahraga Karate-do Indonesia) Kota Malang itu membe berkan, proses menuju universitas terus dimatangkan. Terutama penam bahan fakultas, program studi (prodi) serta dosen-pegawai. ”Taha pannya sudah kami lakukan sejak dua tahun lalu. Mudah-mudahan tahun depan terealisasi,” kata dia.



Tahapan tersebut, kata Yai Cholis, adalah pengajuan izin penambahan tiga fakultas. Yakni Fakultas Teknologi dan Informasi, Fakultas Teknik, serta FMIPA. Ketiganya bakal menambah dua fakultas yang telah ada saat ini, yaitu Fakultas Pendidikan, Ilmu Eksakta dan Keolahragaan serta Fakultas Ilmu Sosial-Humaniora dengan tujuh prodi (program studi)- nya. Plus, satu program pascasarjana. ”Dengan perubahan ini, harapannya lebih banyak lagi lulusan IBU yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa,” ujar kakek dua cucu itu.

Tak hanya itu, jangkauan kampus juga bakal lebih luas. Begitu juga dengan grade keilmuannya. Apalagi, sebenarnya IBU tidak kalah dengan PT lainnya. Banyak prestasi tingkat regional, nasional dan internasional berhasil diraih. Seperti anggar, voli pantai, sepak bola, pencak silat, dan lainnya.