Johan Wahyudi, Legenda Bulutangkis Asal Malang Tutup Usia

 

KOTA MALANG – Pebulutangkis legendaris Indonesia asal Malang, Johan Wahyudi, tutup usia. Mendiang Johan menghembuskan nafas terakhirnya di RS Panti Waluya Sawahan RKZ, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat siang (15/11).

Kabar ini pertama kali dihembuskan oleh anak keempatnya, Paulus Wahyudi. Kepada radarmalang.id, Paulus mengatakan bahwa Johan meninggal dunia pada sekitar pukul 13.00 WIB.

“Tadi pukul satu siang. Meninggal karena demam berdarah,” ujarnya.

Johan dirawat di rumah sakit sejak Selasa, (12/11). Sebelumnya pada Senin (11/11) tubuh Johan dikabarkan panas dingin. Karena tidak kuat, ia dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan di sana.

“Hari Senin, badan mulai panas dingin. Selasa, badan sudah tidak kuat, kaki lemas sehingga dibawa ambulans ke RS RKZ. Setelah periksa darah, ternyata trombositnya turun. Positif demam berdarah sampai trombosit turun terus menerus. Trus jam 4 pagi tadi tidak sadarkan diri sampai tadi siang. Kondisinya turun terus. Sampai jam 1 siang tadi meninggal dunia,” jelas Paulus.

Jenazah Johan Wahyudi dikabarkan akan dikebumikan pada Selasa, (19/11). “Karena menunggu keluarga dan teman-teman dari luar kota. Keluarga ada Jakarta, Surabaya dan Malang,” tutur Paulus.

Johan lahir pada 10 Februari 1953 di Malang, Jawa Timur. Ia meninggal pada usia 66 tahun. Ia adalah atlet bulutangkis yang pernah mengharumkan Indonesia di dunia internasional.

Johan dan pasangannya, Tjun Tjun, tercatat sebagai juara ganda putra dunia saat kejuaraan dunia bulu tangkis pertama digelar tahun 1977. Bahkan, mereka pernah menjuarai di kancah All England, yang merupakan kejuaraan bulu tangkis paling bergengsi pada era 90-an ke bawah.

Johan Wahyudi dan Tjun Tjun pernah enam kali menjuarai ganda putra All England. Masing-masing tahun 1974, 1975, 1977, 1978, 1979, dan 1980. Keduanya juga pernah meraih posisi runner up All England dua kali, yakni tahun 1973 dan 1981.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa

Editor : Indra M