JM-PPK Meminta Izin Lingkungan PT SMS Dicabut Sinergi Jawa Pos

Ratusan peserta aksi dari berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, petani, hingga masyarakat umum ini tiba di kantor Gubernur sekitar pukul 10.00 dengan belasan truk. Tak hanya menggelar orasi, mereka juga menggelar kenduri lingkungan di depan pagar. Usai berdoa bersama, para peserta aksi pun melakukan makan bersama.

Menurut Narahubung JM-PPK Bambang Sutikno PT SMS yang juga anak perusahaan PT Indocement Tunggal Perkasa TBK ini berencana mendirikan pabrik semen dengan luasan lahan 180 Ha diatas 569 warga di empat desa yakni Desa Karangawen, Desa Mojomulyo, Desa Tambakromo, Desa Larangan. Empat desa tersebut merupakan lahan produktif dan subur untuk pertanian.

“Area yang akan dijadikan rencana tapak pabrik didalam dokumen ANDAL PT SMS merupakan lahan produktif dan subur untuk pertanian, itu sangatlah tidak layak ketika diubah untuk dijadikan kegiatan industri pertamabangan,” jelasnya, Selasa (5/12)

Bambang menambahkan, masyarakat yang berada di wilayah yang teradapat didokumen ANDAL PT SMS, 67 persen menolak adanya rencana pendirian pabrik semen. Oleh karenanya, JM-PPK memohon para investor untuk menghentikan investasinya untuk merusak lingkungan di Kabupaten Pati.



Bupati Pati, lanjut Bambang, pada tanggal 8 Desember 2014 juga telah mengeluarkan surat keputusan Nomor : 660.1/4767 tahun 2014 tentang izin Lingkungan Pembangunan Pabrik Semen serta Penambangan Batugamping dan Batulempung oleh PT SMS di Kabupaten Pati.

“Faktanya, bahwa PT  Sahabat Mulia Sakti yang memiliki izin lingkungan sejak 8 Desember 2014 tidak pernah melaksanakan kegiatan dan/atau usahanya selama 3 tahun terhiting sejak 8 Desember 2017 nanti. Karena itu menjadi kewenangan pejabat yang menerbitkan izin lingkungan ataupun atasannya tidak memperpanjang izin tersebut,” imbuhnya.

(sm/dit/bas/JPR)