Jika Tetap Macet Usai Tol, Ini yang Disiapkan Dishub Kabupaten Malang

Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi

MALANG – Tol Malang-Pandaan resmi beroperasi Kamis, (14/5) pagi kemarin. Antrean panjang terlihat saat kendaraan hendal memasuki pintu tol. Disinggung mengenai jalur bebas hambatan ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang masih terus memantau sejauh mana penggunaan tol ini.

Jika masih terjadi kemacetan di jalur arteri pasca dibukanya tol, tidak menutup kemungkinan, dishub akan memberlakukan jalur alternatif di beberapa lokasi.

“Untuk sementara kita masih belum, kita melihat dulu sejauh mana pemanfaatan tol ini. Tapi antisipasi tentu sudah ada gambaran jalur seperti Singosari dan Pakis tetap kita akan adakan jalur alternatif nantinya jika macet,” sebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Ek Hafi Lutfi.

Saat ini jalur alternatif juga memiliki polemik tersendiri karena banyaknya warga atau masyarakat yang tidak ingin kampung atau daerahnya digunakan sebagai jalur alternatif.

“Karena untuk jalan alternatif sekarang banyak masyarakat yang tidak menghendaki karena banyaknya jalan yang rusak, yang kedua mengganggu kegiatan warga,” tandasnya.

Termasuk, untuk daerah Pakis diakuinya akan sedikit dikurangi penggunaan jalur alternatif. “Karena kebanyakan di sana kegiatan kemiliteran kadang-kadang mengganggu, makanya kami mencoba mengurangi itu bagi kendaraan yang mengarah ke Pakis,”

Namun, Hafi tetap optimis dengan dibukanya jalur tol Mapan ini, jalan-jalan arteri akan mengalami penurunan kendaraan yang cukup signifikan.

“Kurang lebih mungkin kisaran 65 sampai 50 persen penurunannya. Banyak mengarah ke tol, kisaran 45.000 sudah memasuki tol, sisanya ke jalan arteri,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Elfran Vido