Jika Terbukti Main e-KTP, Penghargaan BHACA untuk Gamawan Dicabut

“Kami sebagai perkumpulan terus memantau proses ini dan tentu apabila telah dinyatakan terbukti bahwa Pak Gamawan tidak lagi menunjukkan semangat integritas dari penghargaan ini, tentu berat hati kami akan mencabutnya,” tegas Ketua Dewan Pengurus Harian BHACA Natalia Soebagjo di Graha CIMB Niaga, Sudirman, Jakarta, Kamis (14/12).

Kendati demikian, dia masih berharap bahwa keterlibatan itu hanya dugaan belaka. Sebab selama 14 tahun BHACA berdiri dan memberikan penghargaan, semuanya berjalan dengan baik. Bahwa para penerima penghargaan menjaga integritasnya sebagai pihak yang anti pada korupsi. 

“Semoga tidak akan terjadi sewaktu-waktu kami mencabut penghargaan yang demikian penting ini,” tambah Natalia.

Natalia juga menegaskan, penghargaan BHACA bukan sekedar penghargaan. Sebab, mereka memberi pengakuan kepada seseorang yang dianggap mempunyai integritas dan memberi teladan. Proses pemberiannya pun sangat rumit dan panjang.

Para peraih penghargaan pun tentunya memiliki beban moral. Karenanya, untuk mencabutnya pun perlu pertimbangan yang matang. 

“Proses pencabutannya tidak bisa gegabah dilakukan. Harus melalui proses secara seksama,” pungkas Natalia. 

Sebelumnya diketahui, dalam surat dakwaan Ketua nonaktif DPR Setya Novanto, Gamawan disebut menerima uang dari proyek e-KTP sebesar Rp 50 juta, satu unit ruko di Grand Wijaya, dan sebidang tanah di Jalan Brawijaya II. 

Adapun ruko diberikan Direktur Utama PT Sandipala Artha Putra Paulus Tanos lewat adiknya Azmin Aulia. Gamawan mendapat jatah uang dan sebuah ruko dari Paulus lantaran disinyalir berperan dalam proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun itu. 

Dia yang menetapkan Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pemenang lelang proyek e-KTP pada Juni 2011.

Perusahaan Paulus menjadi salah satu anggota Konsorsium PNRI, yang terdiri dari sejumlah perusahaan, dalam melaksanakan proyek e-KTP 2011-2012 senilai Rp 5,8 triliun.

Pemberian ruko oleh Paulus lewat Azmin ditegaskan terdakwa e-KTP lainnya Andi Agustinus alias Andi Narogong pada persidangan dirinya beberapa waktu lalu. Menurut Andi, Paulus menyerahkan ruko miliknya itu lantaran PT Sandipala masuk sebagai pelaksana e-KTP. 


(dna/JPC)