Jika Tak Dikejar, Pernyataan Novanto Bisa Dianggap Informasi Palsu

Jika Tak Dikejar, Pernyataan Novanto Bisa Dianggap Informasi Palsu

Bahkan menurut pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, pernyataan Setya Novanto tersebut bisa berpeluang jadi informasi palsu jika tak bisa dipertanggungjawabkan sumbernya.

Diketahui, Keterangan Setya Novanto yang dimaksud terkait penyebutan dua nama elite politisi PDIP, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung yang disebutnya telah menerima USD 500 ribu dari proyek e-KTP.

“Walaupun info itu bersifat de auditu (katanya orang), tapi sangat mungkin menjadi keterangan palsu jika tidak bisa dipertanggung jawabkan sumbernya,” ujar Abdul Fickar, Jumat (23/3). 

Karena itu Abdul Fickar menyarankan, agar KPK mengejar sumber informasi yang diberikan Setya Novanto. “Harus terus dikejar dari siapa sebenarnya informasi tersebut didapatkan,” tegasnya.

Sebab, lanjut Abdul Fickar, ada konsekuensi yuridis yang harus ditanggung baik informasi itu dikarang sendiri atau diperoleh dari orang lain.

“Jika betul info itu tidak benar, maka tidak ada alasan untuk memeriksa lebih lanjut perkembangan fakta itu,” katanya.

Lebih lanjut, Abdul Fickar menilai, sejauh ini kesaksian Setya Novanto belum bisa menjadi fakta kebenaran. Pasalnya, harus dikonfirmasi terlebih dahulu terhadap saksi-saksi yang disebut mantan Ketua DPR RI itu. Di antaranya, Direktur PT Delta Energy, Made Oka Masagung, dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

“Dalam konteks yang disebutkan oleh Setya Novanto bisa menjadi fakta hukum jika sudah dikonfirmasi oleh saksi-saksi yang disebutkan oleh Novanto yakni Made Oka Masagung dan Andi Narogong. Hal ini menjadi mutlak karena belum tentu yang dikemukakan terdakwa adalah suatu fakta kebenaran,” jelasnya.

Diketahui, pada persidangan Rabu 14 Maret 2018, Direktur PT Delta Energy, Made Oka Masagung pernah bersaksi untuk Setya Novanto. Dalam kesaksianya itu, Made Oka sudah membantah memberikan uang kepada dua anggota dewan. Hal tersebut dikatakan Made Oka saat dikonfrontir dengan Novanto.

“Pak Made Oka dan Andi pernah ke rumah saya akan menyerahkan uang kepada anggota dewan yakni dua orang yang sangat penting, apakah masih ingat, Pak?” tanya Setnov.

“Enggak ingat, saya tidak pernah kasih. Tidak ada,” ujar Made Oka.


(dms/aim/JPC)