Jika Miliki Bukti, Anies Minta Ombudsman Laporkan Aksi Premanisme

JawaPos.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara atas pernyataan Ombudsman terkait premanisme di Tanah Abang. Menurutnya jika Ombudsman memiliki data, lebih baik hal itu disimpan.

Anies menyatakan pihaknya pun telah tengah mencari cara menghilangkan aksi premanisme di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sebab, menurutnya preman tidak boleh ada di Ibu Kota DKI Jakarta.

“Kalau preman tidak usah didekati (melakukan pendekatan), ya aturannya di sini tidak ada premanisme titik,” tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (21/1).

Selain itu, Anies meminta semua laporan yang Ombudsman miliki alangkah lebih baik dilaporkan kepada Pemprov DKI. Sehingga, semua data yang ada akan diverifikasi sesuai dengan fakta di lapangan.

“Nanti laporan-laporannya bisa dilengkapi sehingga menjadi berkas untuk kami kerjakan. Jadi saya berharap laporan Ombudsman bisa ditahan untuk alat bukti dalam memproses,” ujar Anies.

Menurutnya semua dokumen atau berkas yang diperoleh Ombudsman dapat menjadi bukti agar tidak sebatas opini saja. Sebab, jika ada bukti, tindakan yang diambil bisa lebih tegas secara hukum.

Anies pun menyatakan sebenarnya siapapun yang ingin mengelola Tanah Abang diperbolehkan, asal mengikuti aturan. Namun jika tidak sesuai aturan, dan ditertibkan sudah seharusnya pihak ‘pengelola’ itu wajib menerima sanksi.

“Siapapun yang mengelola nggak ada masalah. Ya kelola saja sesuai aturan maka dia harus tertib, kalau pengelola tidak sesuai aturan ya berarti dia tidak tertib gitu saja,” tandasnya.

Editor           : Erna Martiyanti

Reporter      : Reyn Gloria