Jenderal Gatot: Sadarilah Negaramu Sangat Besar

MALANG KOTA – Bangsa yang besar dibangun dari generasi muda yang berjiwa besar dan memiliki impian besar. Hal itu disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam dialog bertajuk Proxy War Ketahanan Informasi Nasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) kemarin (24/11).

Dalam sambutannya, Gatot memovitasi para mahasiswa supaya terus belajar agar menjadi generasi muda yang berkualitas. ”Kita yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang,” papar Gatot di hadapan ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Timur tersebut.

Acara itu dihadiri Rektor UIN Maliki Prof Dr Abdul Haris MAg dan pejabat tinggi di lingkungan TNI. Di antaranya, Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, dan Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Agus Suhardi. Selain itu, hadir pula Ketua GM Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Agus Soerjanto dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang KH Baidlowi Muslich.

Gatot menegaskan, Indonesia merupakan bangsa besar dengan keanekaragaman yang dimiliki. Mulai dari keanekaragaman bahasa, budaya, hingga agama. Menurut Gatot, kemajuan itu menjadi tantangan sekaligus peluang yang dihadapi bangsa.

Untuk itu, mahasiswa harus berperan aktif menjadikan Indonesia sebagai bangsa pemenang. ”Sadarilah bahwa negaramu sangat besar. Ini yang membuat negara lain iri dengan kita,” sambungnya.

Usai mengobarkan semangat kepada mahasiswa, Gatot turun dari podium dan menyapa para mahasiswa. Jenderal berbintang empat itu menanyakan cita-cita dari sejumlah mahasiswa. Jawaban dari mahasiswa pun beragam. Ada yang ingin menjadi dokter, hakim adil, tentara, bahkan ada pula yang bercita-cita menjadi rektor UIN Malang.

Mendengar jawaban dari mahasiswa yang beragam, Gatot pun tersenyum. Kemudian dia kembali berpesan kepada mahasiswa agar cita-cita tersebut harus diwujudkan. Yakni, melalui usaha dan doa. ”Untuk mencapai cita-cita, tidak boleh setiap waktu absen berdoa,” tuturnya.

Termasuk jika nilai kuliah jeblok, Gatot meminta mereka tidak menyerah. Namun, mereka harus tetap berjuang sehingga nilai di semester berikutnya lebih bagus. ”Kesuksesan itu bisa diraih melalui dua cara, yakni usaha dan doa,” kata Gatot.

Dia juga menumbuhkan sikap gotong royong dan saling membantu. Dia mengidentikkan mahasiswa dengan pelajar yang berjiwa sosial. Untuk itu, dia menyatakan, sesama mahasiswa harus saling membantu sehingga berakhlak baik.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Rubianto