Jembatan Timbang Subah Sinergi Jawa Pos

RADARSEMARANG.ID–Sejak resmi dibuka selama 3 bulan belakangan, Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) di Jembatan Timbang Subah efektif menertibkan kendaraan angkutan barang di Pantura. Kebiasaan sopir truk memberi sogokan agar lolos pemeriksaan masih ada.

“Mereka para sopir truk seakan tak bisa menghilangkan budaya menyogok. Para sopir dan kernet masih bergairah menawarkan kepada kami,” ucap Kepala Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah, Kabupaten Batang, Arif Munandar, Rabu (13/12/2017).

Pengelolaan jembatan timbang yang kini diambil alih Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sudah mengalami perombakan besar-besaran. Meski ada yang mencoba menyuap, kata Arif, tetapi pihaknya dengan tegas menolak dan tetap menindak pelanggar dengan memberikan surat tilang. Pihaknya akan bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku dan menghilangkan praktik tawar menawar.

“Kita tidak mau menerima pemberian uang suap dari para pelanggar. Kita sudah melakukan perubahan dan tidak mau kejadian seperti dahulu terulang kembali. Untuk itu, kami mohon kepada para angkutan kendaraan truk untuk tidak melanggar dan mencoba untuk menyuap kita,” terangnya.

Dalam waktu tiga bulan terakhir, tercatat ada 2.532 unit angkutan barang yang melakukan pelanggaran dan mendapatkan tindakan tilang. Mayoritas kesalahan berupa kelebihan muatan dan dimensi ketinggian muatan.

“Terhitung sejak 14 Oktober sampai dengan saat ini, kita telah menindak sebanyak 2.532 kendaraan. Seperti di bulan Oktober lalu, kita menindak sebanyak 431 kendaraan, kemudian bulan November kita menindak 1.680 kendaraan dan bulan Desember ini kita sudah menindak sebanyak 852 kendaraan,” jelasnya.

Solikhin, 30, sopir asal Rembang mengaku lebih senang berikan uang sogokan daripada mengikuti proses tilang. “Kami seringkali menawarkan uang sogokan saja, karena pasti kami melanggar. Kami tidak mau ribet, ikuti prosedur dari sidang dan macam-macam,” ucapnya.

Namun diakui Solikhin, kini petugas di Subah sudah sulit untuk disogok. Selain itu, petugas banyak yang ganti.

(sm/naf/ton/JPR)