Jembatan Muharto Sudah Agak Goyang

MALANG KOTA – Munculnya retakan pada Jembatan Muharto memaksa Pemkot Malang menyiapkan sejumlah rencana. Karena anggaran revitalisasi jembatan tak mungkin masuk di APBD 2020, opsi meminta bantuan dari APBN tengah dikaji. Sebagai langkah darurat, pembatasan kendaraan yang melintas di jembatan dilakukan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sudah memasang portal dan road barrier di sisi jembatan. Hal itu dilakukan agar tidak ada kendaraan besar seperti truk dan bus lewat jembatan itu. Karena saat ini ada keretakan di sisi pinggir kanan dan kiri jembatan tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Malang bersiap melakukan perbaikan.

Kadishub Kota Malang Handi Priyanto menyatakan, pemasangan portal dilakukan karena masyarakat belum sadar betul akan bahaya kondisi Jembatan Muharto saat ini. Hal itu terlihat dari masih adanya kendaraan berat yang nekat melintas, padahal sudah ada larangan. ”Jembatan sudah agak goyang. Kami sudah siapkan petugas jaga di masa perbaikan,” tuturnya.

Handi menyebut sejumlah kendaraan bermuatan pasir yang sering lewat jembatan. Ada 14 petugas, dia menyatakan, yang bergantian stand by mengawasi arus lalu lintas di sekitar jembatan. Selain itu, petugas juga bisa mengawasi jangan sampai terlalu banyak kendaraan yang melintas di jembatan saat lalu lintas macet. ”Kami juga sudah rekayasa lalin. Di jalan sekitar jembatan, ditutup untuk kendaraan besar dan dialihkan ke jalan lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi PJ3 PUPR Kota Malang Slamet Santosa menyatakan, kondisi retakan jembatan diakibatkan korosi. Hal itu sesuai dengan uji forensik yang dilakukan tim teknik dari Universitas Brawijaya (UB). Kondisi sehat fisik jembatan disebut hanya menyisakan 40 persen saja. ”Fondasi dari baja terkikis air hujan, jembatan juga sudah tua,” ucapnya.

Slamet menyebut, Jembatan Muharto terdaftar sebagai aset Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tahun 2001. Saat ini pihaknya masih melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait untuk merancang perbaikan.

Karena jika jembatan sudah tidak memungkinkan bertahan untuk waktu yang lama, maka akan diganti total. ”Kalau masih sanggup menahan beban, kami pertahankan. Hanya mengganti lantai dan konstruksi. Kalau tidak, ya ganti total,” imbuhnya.

Dari mana dana untuk revitalisasi jembatan itu nantinya? Bisa jadi lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang 2021. Akan lebih lama lagi perbaikan yang akan dilakukan.

Namun saat ini pihaknya sedang memohon bantuan dari pemerintah pusat. Hanya saja, Slamet menyatakan, sejumlah persyaratan harus dipenuhi dan perlu didiskusikan oleh dinas. ”Kami masih menunggu arahan berikutnya,” ucapnya.

Di sekitar jembatan, Suyono, tidak kaget dengan respons dinas terkait kemarin. Karena dia sudah lama melihat retakan di jembatan. Pekerja bengkel las tak jauh dari jembatan itu menyatakan, setiap hari banyak truk besar lewat jembatan itu. ”Tapi saya tidak tahu sejak kapan itu keretakannya (muncul),” kata pria berusia 60 tahun itu.

Dari informasi yang diperoleh Suyono, Jembatan Muharto dibangun tahun 1971. Suyono menyatakan, jika tidak ada penanganan serius, maka kondisi jembatan akan semakin parah. Dia menyebut, Pemprov Jatim pernah melakukan pengecekan beberapa waktu lalu, namun belum dilakukan pembenahan. ”Kalau tidak diperbaiki nanti tambah parah, apalagi kendaraan bertambah banyak,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shidiq
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Ahmad Yani