Jembatan Langka Minim Perhatian

BULULAWANG – Jembatan talang yang berada di Desa Bululawang, Kecamatan Bululawang, ini masih berdiri kokoh. Jembatan yang konon sudah dibangun sejak zaman pemerintahan Belanda itu bahkan masih bisa berfungsi dengan baik sebagai jalur irigasi pertanian. Sayangnya, kondisinya sekarang sudah tak terawat.

Dari pantauan koran ini, beberapa pelapis di dindingnya sudah mulai terkelupas. Beruntung komponen penyangga jembatan sepanjang 300-an meter itu masih terlihat kuat.

Komisan, salah satu warga setempat yang ditemui koran ini kemarin (19/3), mengatakan jembatan itu masih berfungsi dengan baik. Menurut keterangannya, jembatan itu sudah ada sejak zaman Belanda.

”Yang membangun memang Belanda. Bukan pakai semen, hanya pakai batu bata,” kata dia.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kanjuruhan, jembatan yang dibangun sebagai jalur irigasi itu hanya ada dua di Indonesia. Selain di Bululawang, jembatan serupa juga ada di Brebes, Jawa Tengah.



Sadar jembatan ini memiliki nilai sejarah, Pemdes (Pemerintah Desa) Bululawang berencana membuka kawasan tersebut sebagai lokasi wisata. Kades (Kepala Desa) Bululawang Hasan Bashori yang sempat ditanyai koran ini beberapa waktu lalu mengakui hal tersebut. Hanya, dia mengaku masih membutuhkan waktu untuk membahas lebih lanjut terkait jembata itu bersama warga.

Pewarta: Farik Fajarwati
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono