Jelang Ramadan, Penjualan Uang Baru Kian Menjamur

MALANG KOTA – Menjelang hari raya lebaran mulai bermunculan pedagang yang menawarkan penukaran uang baru.

Pedagang-pedagang ini bisa dijumpai di tempat-tempat yang ramai seperti di sekitaran Alun-Alun Merdeka, mengitari kompleks gedung Bank Indonesia (BI), depan Stasiun Kota Baru, depan Lapangan Rampal, dan ada juga di sekitaran Jalan Panjaitan depan Universitas Brawijaya (UB).

Banyak dari pedagang ini yang mengakui bahwa uang yang mereka perjualbelikan ini berasal dari pengepul di Surabaya. Namun mereka berani menjamin bahwa uang yang mereka jual ini adalah uang asli.

Salah satu penjual uang baru di daerah Stasiun Kota Baru, Roni mengatakan bahwa kadang ia terkena musibah seperti dijambret, ditipu dengan uang palsu, dan juga uang yang diberikan tidak sesuai. Dan belum lagi diusir oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


“Kemarin baru-baru kena gusur, soalnya kan di BI (Bank Indonesia) ada yang kena copet jadi anak-anak kesini semua,” tutur pria paruh baya ini.

Ada juga Hara, lelaki yang asli dari Madura ini sudah berjualan uang baru sejak 1990. Hara tidak hanya menjual uang baru saja, ia juga menjual amplop angpau. Ia menambahkan bahwa semua yang berjualan di sini (kompleks BI) merupakan teman-temannya.

“Yang kemarin digusur karena papannya terlalu besar. Menggangu jalan makanya ini saya ganti jadi lebih kecil papannya,” jelas Hara.

Pewarta: Aldo Buntulobo
Penyunting: Lizya Oktavia
Foto: Aldo Buntulobo