Jelang Ramadan, Dua Pengunjung Pantai Bajul Mati Hilang Terseret Ombak

GEDANGAN – Jelang puasa Ramadan, pengunjung pantai Bajul Mati yang diketahui berasal dari Dusun Suwantoro, Sukodono, Kabupaten Sidoarjo hilang terbawa ganasnya ombak pantai Bajul Mati, Minggu, (5/5) pagi tadi. Firnanda Nirza, remaja berusia 19 tahun, dan satu korban lain yang belum diketahui identitasnya dilaporkan terseret ombak, di Pantai Bajul Mati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pagi tadi saat berenang di bibir pantai dan belum diketemukan hingga kini.

Diketahui, sejak datang di pantai Kangen (wilayah Pantai Bajul Mati) pukul 08.00 WIB pagi tadi, keduanya langsung menghabiskan waktu dengan mandi di bibir pantai.

“Kedua pengunjung tersebut langsung mandi padahal sudah diperingatkan oleh penjaga pantai, namun korban tetap ke pesisir pantai,” ujar Bagian Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Usai memperingatkan, penjaga pantai bergeser ke lokasi lain. Tidak berselang lama, ternyata kedua pengunjung tersebut kembali mandi dan terseret ombak.

“Dari pengakuan saksi di lokasi, saksi sudah berusaha menolong, namun karena ombak besar, saksi tidak berani dan hanya melihat kedua korban sudah terseret ke tengah,” papar Mudji.

Kecelakaan laut ini sempat diketahui saksi bernama Arfian, asal Desa Gayab RT 02 RW 02 Gondang Wetan Kabupaten Pasuruan yang juga berada di lokasi.

Arfian pun melapor ke Anggota SAR (PSR) untuk kemudian diteruskan kepada pengelola wisata Pantai Bajul Mati di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.

“Dilaporkan dua korban hilang terbawa arus tersebut belum ditemukan dan masih dalam pencarian,” tutup Mudji.

Pencarian menyeluruh masih coba dilakukan oleh tim gabungan. Termasuk PMI Kecamatan Gedangan, Tim SAR (PSR), LKDPAH Tani Maju dan beberapa relawan yang dikerahkan untuk membantu proses pencarian, beserta satu unit ambulans. Tim gabungan masih berusaha keras menyusuri wilayah pantai, agar bisa menemukan keberadaan korban.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: PMI Kabupaten Malang
Penyunting: Fia