Jelang Pergantian Tahun, Harga Bawang Merah Naik Hingga Rp 12 Ribu

JawaPos.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa hingga pergantian tahun ini, harga pangan masih relatif stabil. Meskipun begitu, terdapat beberapa komoditas yang harganya meningkat. Bahkan, harganya naik hingga Rp 12.000 yaitu bawang merah.

“Sampai dengan tanggal 31 (Desember) ini kami monitor semua pasokan dan harga pangan pokok seluruh Indonesia, Alhamdulillah sampai dengan hari ini pasokannya aman, mencukupi, tidak ada orang mengantre makanan, tapi ada beberapa komoditas yang naik,” terang Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi di Toko Tani Indonesia Center, Jakarta, Selasa (31/12).

Salah satu komoditas yang naik adalah bawang merah. Untuk bawang merah, harganya sempat turun ke angka Rp 20.000 per kilogram (Kg) pada Oktober lalu dan saat ini berada di angka Rp 32.000 per Kg. “Sekarang kembali ke normal, Rp 32.000 sesuai harga acuan pemerintah yang dikeluarkan di Kementerian Perdagangan. Jadi sebetulnya naik itu adalah kembali ke normal. Ini yang kita catat,” tuturnya.

Sedangkan untuk telur ayam, terdapat kenaikan di beberapa wilayah Timur, khususnya Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur serta Papua Barat. Hal ini terjadi sebab pendistribusian yang kurang baik.

“Mungkin ini ada hubungannya dengan cuaca yang jelek untuk distribusi. Jadi kapal agak terlambat untuk mendistribusikan ke sana. Ada kenaikan Rp 2.000. Ini kita cermati dan mudah-mudahan kembali normal, kan kalau harga normalnya Rp 23.000. Sekarang sekitar Rp 25.000, mudah-mudahan kembali normal,” ujarnya.

Untuk menjaga harga pengan tetap stabil, pihaknya pun juga melakukan operasi pasar. Ia menyebutkan bahwa hal ini dilakukan untuk melawan para pemain-pemain nakal.

“Operasi pasar kita lakukan terus kok, beda, namanya gelar pasar murah. Gelar pasar murah ini sebetulnya adalah untuk melawan spekulan. Sebetulnya barang (pangan) ada tapi dinaikkan, saya lawan dengan gelar pasar murah,” kata Agung.