Jelang Penghujan, BPBD Kota Batu Waspadai Longsor

KOTA BATU – Perubahan musim dari kemarau ke penghujan ditandai dengan angin kencang dan langit berawan masuk pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Walaupun masa peralihan musim diperkirakan masih sekitar awal November, BPBD Kota Batu menghimbau kepada masyarakat mewaspadai potensi bencana angin kencang dan tanah longsor.

“Apalagi Kota Batu ini dataran tinggi dan miring sehingga potensi bencana longsor masih mendominasi,” ungkap Gatot Nugroho Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu. Ia juga menjelaskan pihaknya tengah mengawasi Kecamatan Batu dan Kecamatan Bumiaji yang sering menjadi langganan bencana longsor.

Dari data yang dihimpun, Gatot menerangkan bencana longsor di Kecamatan Bumiaji berpotensi lebih besar dan berdampak pada kerusakan fasilitas, karena kondisi geografis lahan yang dominan memiliki kemiringan tanah lebih dari 30°. Sedangkan untuk Kecamatan Batu potensi longsor banyak terjadi pada rumah yang ada di bantaran sungai sehingga kerugian materi pada longsor di Kecamatan Batu lebih besar walaupun dampak kerusakannya tidak sebesar pada kecamatan Bumiaji.

“Satu kali bencana longsor di Kecamatan Batu bisa memakan kerugian materiil sekitar Rp 50 juta karena dampaknya adalah pemukiman. Sedangkan kalau Kecamatan Bumiaji masih memakan kerugian materiil sekitar Rp 25 juta,” beber Gatot.

Oleh sebab itu, ia menghimbau masyarakat Kota Batu untuk berhati-hati dan sigap menghadapi potensi bencana longsor mengingat anggaran yang tersedia pasca kebencanaan di BPBD Kota Batu hanya Rp 250 Juta per tahun.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat Kecamatan Bumiaji untuk mengurangi aktifitas di kawasan tanah yang rawan longsor ketika musim penghujan terjadi, sedangkan untuk masyarakat Kecamatan Batu diharapkan memasang bambu telah dilubangi dan dipasangkan secara vertikal di pinggiran sungai sehingga ketika air hujan masuk ke dalam tanah maka air akan dialirkan dan mengurangi beban tanah.

“Kami saat ini juga tengah memasang papan peringatan di zona rawan longsor yang telah menjadi pantauan BPBD,” tukas Gatot.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : M. Badar Riqullah (ilustrasi)
Penyunting: Fia