Jelang Hari H, Toko Hiasan Natal Malah Sepi

KOTA MALANG – Natal semakin dekat, tapi nampaknya geliat belanja hiasan natal tak seramai yang dibayangkan. Di Kota Malang misalnya, beberapa toko hiasan natal mengalami kelesuan penjualan.

Visi Christian Store, misalnya yang mengalami penurunan penjualan. Toko yang terletak di Jalan Terusan Dieng ini nampak sepi saat didatangi radarmalang.id.

Menurut staff Visi Christian Store Alvina Dwi harusnya saat ini sudah mulai ramai-ramainya. Namun sampai menjelang H-12 ini tokonya masih sepi pembeli

“Seharusnya November sudah rame, tapi tahun ini menurun,” paparnya hari ini (13/12).

Penjualan memang diakuinya sempat mengalami kenaikan 20 persen di Bulan Oktober. Namun belakangan peminat berkurang. Produk yang masih banyak diminati antara lain bola – bola Natal, pita, pohon salju.

Namun peminat pohon natal katanya masih belum bwrdatangan. Untuk harga pohon Natal yang dijual bervariasi. Di antaranya pohon Natal setinggi 2 kaki dijual seharga Rp 120 ribu sedangkan yang tingginya 7-8 kaki dijual antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.

“Ada pohon Natal cemara salju, California buah, pohon salju, dan lain – lain sih,” lanjutnya.

Harga tersebut berdasarkan penentuan akhir Oktober.

Penurunan peminat ini, dijelaskan Alvina salah satunya adalah dikarenakan bergesernya cara masyarakat dalam menikmati Natal. Konsumen kebanyakan menggunakan aksesoris tahun lalu daripada membeli lagi.

Lantas uang yang seharusnya digunakan untuk membeli perlengkapan dialokasikan untuk wisata atau hiburan keluarga. Termasuk untuk membelanjakannya ke komoditas sandang.

“Soalnya pohon Natal dan aksesoris lain kan tahan lama. Jadi bisa disimpan terus dipakai bertahun – tahun,” lanjutnya.

Beberapa faktor sendiri juga ternyata dipengaruhi oleh pindahnya pembeli ke toko online. Dyah Theresia, ibu rumah tangga mengiyakan hal ini. Dirinya termasuk pembeli aksesoris dan perlengkapan Natal melalui toko online. Menurutnya, ini membantunya menghemat waktu.

“Saya soalnya juga harus urusi anak, jadi kalau ditambahi dengan beli ini itu ya saya nggak bisa. Ya mending beli aja pakai toko online. Ongkirnya mahal dikit tapi kan enak,” jelas Dyah.

Dirinya juga lebih menyukai toko online dikarenakan keunikan barang – barang di toko online, yang tidak pernah ditemukan di toko fisik. Namun, Dyah menjelaskan bahwa tidak semua perlengkapan atau aksesoris Natal dirinya beli melalui toko online.

“Kalau misal kayak pohon natal gitu ya kita gak beli di online. Soalnya harus tahu kan gimana gimananya,” tutup Dyah.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu
Editor : Indra M