Jelang Akhir Tahun, BI: Waspadai Kenaikan Komoditas Pangan

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang perlu menjaga perhatiannya terhadap kenaikan harga menjelang akhir tahun, khususnya pada kelompok pangan. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang Azka Subhan Aminurridho. Namun, dia berharap, kenaikan ini masih dalam batas yang wajar.

”Mendekati Desember, akan ada kenaikan. Tapi kenaikan yang wajar, dengan inflasi yang tidak terlalu tinggi. Itu yang diharapkan,” ujarnya.

Hal ini dia sampaikan karena berkaca pada tahun-tahun sebelumnya ketika memasuki Desember, ada kecenderungan peningkatan kebutuhan pangan. Salah satu penyebabnya ialah datangnya perayaan Natal dan Tahun Baru.

Dia menambahkan, yang perlu diwaspadai adalah kurangnya pasokan komoditas pangan untuk wilayah Kota Malang. Sebab, kota terbesar kedua di Jawa Timur ini merupakan wilayah perkotaan, yang notabene bukan daerah produsen pangan.

”Pada Desember, kebutuhan untuk Natal dan Tahun Baru akan meningkat, disertai dengan kegiatan akhir tahun yang relatif banyak. Yang seharusnya menjadi perhatian Pemkot Malang adalah pasokan kelompok pangan,” paparnya.

Namun, dia berkeyakinan bahwa tingkat inflasi tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu pada bulan yang sama, Kota Malang masih terkendali.

Artinya, masih di angka yang ideal. Lantaran arus distribusi dan ketersediaan stok dari wilayah lain kondisinya masih terjaga. Jika tidak ada hambatan arus distribusi, dipastikan ketersediaan bahan pokok penting akan mencukupi.

”Kuncinya, produksi dan distribusi. Jika produksinya kurang, bisa dibantu distribusi dari daerah lain. Namun, jika keduanya terganggu, maka akan menjadi masalah,” kata Azka.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang menyebutkan bahwa, tingkat inflasi pada bulan yang sama pada tahun sebelumnya, Kota Malang tercatat sebesar 2,45 persen. Pada Oktober 2019, Kota Malang mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Deflasi tersebut didorong adanya penurunan harga pada kelompok bahan makanan, yakni alami penurunan mencapai 0,90 persen dan memberikan andil cukup tinggi terhadap deflasi Kota Malang.

Pewarta : Was
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Mardi Sampurno