Jelajah Tol Malang–Pandaan sebelum Beroperasi (3)

PT Jasa Marga berjanji bakal mempercepat pengoperasionalan tol Malang–Pandaan (Mapan), yakni dari H-3 menjadi H-7 Lebaran. Selain itu, jalur sepanjang 12,5 kilometer itu sementara ini digratiskan bagi pengendara yang melintasinya.

Azan Magrib berkumandang ketika tim jelajah tol Malang–Pandaan (Mapan) tiba di exit tol Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu lalu (3/6). Titik ini sekaligus menandai berakhirnya jelajah jalur sepanjang 12,5 kilometer, dari Sumber Wuni (Kecamatan Lawang) menuju Karanglo (Kecamatan Singosari).

Tim jelajah dari Jawa Pos Radar Malang tidak meneruskan perjalanan karena exit Karanglo adalah titik terakhir. Sebenarnya, jalur tol Mapan tembus hingga Cemorokandang, Kedungkandang, Kota Malang. Tapi, akses dari Karanglo menuju exit tol di Cemorokandang belum terbuka. Masih berupa ilalang dan kebun. Masih ada 50 bidang tanah di Kelurahan Madyopuro yang belum dibebaskan.

Bagi pengendara yang akan melintasinya, dari arah Pandaan bisa masuk lewat pintu tol sementara di Sumber Wuni, kemudian melaju bebas tanpa hambatan ke arah selatan. Sesampainya di kilometer 30, pengendara akan diarahkan belok kanan menuju simpang tiga Karanglo. Di kawasan tersebut juga terdapat rambu penunjuk arah belok kiri menuju exit tol Cemorokandang. Namun, sementara ini belum bisa dilintasi karena aksesnya belum tersedia.

Setibanya tim jelajah di Karanglo, sejumlah pekerja tampak bergegas pulang. Mereka mengendarai mobil pikap secara beramai-ramai meninggalkan lokasi proyek. Barangkali, hari itu adalah hari yang panjang bagi mereka (para pekerja). Sebab, selain bekerja di bulan Ramadan, ketika itu juga hari Minggu.

Para pekerja itu lembur karena PT Jasa Marga Pandaan–Malang ingin menuntaskan pembangunan tol Mapan secepatnya. Setidaknya, jalur dari Sumber Wuni menuju Karanglo bisa dilintasi sejak H-3 jelang Lebaran. Itu karena sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) RI Basuki Hadimuljono berjanji akan mengoperasionalkan tol Mapan pada H-3 Lebaran.

Dengan beroperasinya tol Mapan dari Sumber Wuni hingga Karanglo, diharapkan bisa mengurai kemacetan di jalan Lawang–Singosari. Seperti diketahui, jalan Lawang–Singosari menjadi langganan macet. Jangankan musim mudik Lebaran, pada hari biasanya saja jalan nasional itu kerap macet.

Tapi, dengan beroperasinya tol tersebut, pengendara dari Pandaan (Kabupaten Pasuruan) tidak perlu melintasi jalan raya Singosari. Tapi, dari jalan raya Lawang, pengendara belok kiri menuju jalan Sumber Wuni, lalu masuk exit tol Mapan. Setelah itu keluar di simpang tiga Karanglo. Dengan demikian, kemacetan di depan Pasar Singosari bisa terurai.

”Semoga saja bisa segera beroperasi karena Singosari dan Lawang memang langganan macet,” ujar Mahdi El Khered, salah seorang warga yang terbiasa pulang pergi Malang–Sukorejo, Pasuruan, itu.

Informasi yang digali tim jelajah dari para pekerja, untuk sementara melintasi tol Mapan akan digratiskan. Dengan demikian, pengendara yang melintasi tol tidak perlu mengeluarkan biaya. Kebijakan menggratiskan tarif tol Mapan untuk sementara ini tentu menguntungkan pengendara. Sebab, jika ditarif, pengendara bisa merogoh kocek puluhan ribu rupiah. Tol Surabaya–Mojokero saja, pengendara melintasi jarak sekitar 15 kilometer dari Surabaya–Krian dikenakan biaya Rp 19.000. Demikian juga Pandaan–Japanan sepanjang 15 kilometer, pengendara dikenakan tarif Rp 13.000–Rp 38.000, bergantung jenis kendaraannya.

Terpisah, Dirut PT Jasa Marga Pandaan–Malang Agus Purnomo membenarkan bahwa sementara ini pihaknya akan menggratiskan pengendara yang melintasi tol Mapan. ”Iyalah gratis, karena ini jalan darurat saja agar bisa memecah kemacetan saat Lebaran,” imbuhnya.

Dengan demikian, nantinya tidak ada loket sebagaimana exit tol pada umumnya. Apalagi, dari pantauan koran ini memang tidak ada loket yang sudah terbangun. ”Nanti yang akan mengatur di pintu masuk dan keluar adalah polisi dan dishub,” pungkasnya.

Selain itu, Agus juga akan mempercepat pengoperasionalannya. Bahkan, lebih cepat dari deadline yang ditetapkan Kemen PUPR. Jika sebelumnya Menteri Basuki menargetkan tol Mapan dibuka H-3 jelang Lebaran, Agus ingin membuka sejak H-7 jelang Lebaran.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menambahkan, nantinya akan ada personel yang berjaga di pintu masuk dan keluar jalan tol. ”Nanti akan ada sekitar 5–10 personel,” kata Ujung.

Menurut dia, pengaturan oleh personel kepolisian ini penting karena tol belum ada loket dan belum berbayar. ”Apalagi di Karanglo yang pintu keluar tol belum ada traffic light-nya, jadi harus diatur dari pintu keluar menuju jalan raya,” imbuhnya.
Dia berharap, kemacetan di Malang Raya bisa diminimalisasi dengan beroperasinya tol Mapan. Khusus di Kabupaten Malang, selama ini ada dua titik kemacetan. ”Yakni, di Singosari ke Lawang dan sekarang sudah diminimalisasi tol, sedangkan yang kedua di pusat Kota Kepanjen,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, jelang Lebaran ini, tol Mapan akan beroperasi separo. Yakni, dari Pandaan menuju Malang. Sementara ini exit tol terakhirnya di simpang tiga Karanglo. Sementara pengendara dari Malang menuju Pandaan belum bisa melintasi tol Mapan.
Dari Pandaan, tol beroperasi hingga daerah Sukorejo (Kabupaten Pasuruan). Setelah itu, pengendara melintasi jalan biasanya, lalu masuk tol lagi di daerah Sumber Wuni, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Setelah masuk tol, baru keluar lagi di pertigaan Karanglo. Panjang tol Sumber Wuni–Karanglo sekitar 8–12,5 kilometer.

Pewarta: Farik Fajarwati, Irham Rhoriq
Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Mahmudan