Jeep Ke Bromo Dibatasi, Peradi Siap Memediasi

KOTA MALANG – Penghadangan anggota Paguyuban Jeep Wisata Malang Raya di rest area Poncokusumo saat hendak membawa tamu ke Bromo mendapat perhatian dari DPC Peradi Malang.

Ketua DPC Peradi Malang Raya, Yayan Riyanto mengatakan, pihaknya akan membantu mediasi antar paguyuban dan meminta perhatian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). ”Ini ada oknum yang memonopoli akses masuk ke Bromo. Darimana ada kesepakatan pembatasan itu, siapa yang mengatur jumlah itu. kalau ada aturan, harus masuk akal, adil, dan semuanya diatur, tidak tebang pilih,” tanyanya.

Menurutnya, Paguyuban Jeep Wisata Malang Raya tidak menuntut lebih, hanya meminta jatah sesuai armada yang dimiliki. Karena jika dibandingkan dengan paguyuban lain, jumlahnya tidak sebanding, 94 armada berbanding 600 armada.

”Harapan kami instansi berwenang memediasi secara resmi. Kalau perlu memang harus Bupati, Kapolres, kalau bisa Gubernur dilibatkan,” kata advokat yang berkantor di Jalan Kawi Klojen itu.

Sementara Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan TNBTS Sarif Hidayat menyatakan, pihaknya sedang melakukan konsultasi masalah ini dengan Dirjen KSDAE. Dia juga menyatakan pihkanya tidak putus komunikasi dengan paguyuban jeep. Masalah ini kata dia, hanya salah paham yang belum klik saja.

”Kami bersurat ke Dirjen belum dapat jawaban. Ini kan persoalan karena belum klik saja antar paguyuban,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Foto: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Fia